Dunia Tanpa Suara

Minggu, 28 Juli 2019

Kenapa sesakit ini, hanya perihal tak dihargai? Harusnya sudah terbiasa. Bukankah tiap harinya selalu begini?
Mungkin diri ini tiba pada titik terlemah untuk sekedar memaklumi. Hati ini tak sanggup lagi menagnggap biasa meskipun kali ini paling biasa. Maaf, aku tak bisa selalu berada dalam situasi yang mengahruskan ku selalu berdamai dg diri sendiri.

Diposting oleh fistory di 06.59 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

fistory
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2023 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2022 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (36)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (7)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (12)
  • ▼  2019 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Agustus (2)
    • ▼  Juli (1)
      • Kenapa sesakit ini, hanya perihal tak dihargai? Ha...
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (8)
    • ►  November (3)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (74)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (14)
    • ►  Februari (31)
    • ►  Januari (13)
  • ►  2014 (4)
    • ►  Mei (4)
Tema Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.