Kamis, 07 Desember 2017

Tanpa Kata

Aku tak percaya ini jalannya
Mataku tak lepas darinya
Mulutku terbungkam karnanya
Setiap detik yg berjalan
Seolah memaksaku untuk ungkapkan
Tapi disitu ada penolakan
Perlahan,  tanpa kata
Ku berjalan mundur
Bukan untuk menjauh
Tapi aku sadar
Sampai dimana batasku
Tanpa kata,  dan tentunya tanpa tanya
Selamat tinggal....

Kamis, 14 September 2017

Tangis ini mungkin tak ada arti
Kecewaku tak bisa tersisih
Sedih ku tak mungkin kau tau
Ini kah rasanya?
Ini kah yang harus kuterima?
Ini kah jalan yang seharusnya?
Dimana sang keadilan berada?
Sudah kah dia lupa akan tugasnya?

Sakit itu,,
Saat sudah berharap
Saat sudah menanti
tapi tak bisa kau rengkuh
meski yang kau pinta
hanyalah suara lirihnya
sakit memang, sakit
apalagi suara yang kau rindu
adalah,, ayah dan ibu😔

Sabtu, 09 September 2017

Tak kunjung sampai,
meski ku terus berjalan
Tak segera ku raih
meski begitu besar ambisiku
Tak mudah ku gapai
meski ku terus berlari
Tak bisa ku sentuh
meski jiwa tak lagi utuh
Tak juga ku rasa
meski hati teraniaya sepi
Tetaplah disana, wahai sang pelita
Sampai tiba saat kita kan bersama.

Jumat, 08 September 2017

Angan yang sama
mungkin akan tetap sama
walau ku tau tak kan mungkin
angan itu tetap sama
selalu menyelinap, mengusik
hingga jiwa ku tak bisa untu sekedar berbisik
tanya yang selalu terngiang
dan sampai kapan aku menanti jawaban
angan itu tetap sama

Minggu, 03 September 2017

Enough!!

Sudahlah,
Apa yang kau cari?
Apa yang kau inginkan?
Jiwa mu tak tertera
Tak pernah terlintas di dunianya
Untuk apa kamu disana
Bukankah, sakit itu cukup untuk kamu beranjak pergi?
Jangan menunggu nya berubah
Berubah menjadi nanah yang membusuk
Hingga kamu tak mampu lagi berlari

Sabtu, 19 Agustus 2017

Lama tak bersua bukan berarti lupa
Bisikan lirih angin yang menyapa
Membuatku semakin merasa
Degub jantung cukup mengisyaratkan rasa yang harusnya tak pernah ada
Ternyata....
Tak bisa ku ingkari kaulah satu satunya
Meski ku tau ini bukan lah rasa yang sebenarnya

Sabtu, 15 Juli 2017

Aku memilih mengagumimu dalam diam
Karna, dalam diam aku tidak menerima penolakan
Aku memilih mencintaimu dalam angan
Karna, dalam angan aku tidak menerima ketidakpastian
Aku memilih melihatmu dalam bayang
Karna, dalam bayangan aku tidak takut kehilangan
Fantasiku selalu menemani ragaku
Imajinasiku selalu mengikuti langkahku
Dimanapun kamu sekarang,
Yang pasti kamu, jiwa yang selalu ada dalam doaku, dalam diamku, dalam anganku dan dalam bayangku.

Kamis, 01 Juni 2017

hujan lagi

Lagi lagi hujan datang
disaat yang tepat
kau ada meski tak terlihat
seolah  mengertiku
seakan memahamiku
disaat aku merasa kesepian
disaat aku butuh keramaian
jangan pergi dulu
kau tau perasaanku kan?
tetaplah disini sampai mataku terlelap

Sabtu, 20 Mei 2017

Dirimu adalah jiwa yang selalu ku sebut
dalam setiap do'a ku
Meski ku tak pernah tau semua tentangmu
Hati in kan terus menunggu
Sampai saat kau kan disisi
Mengisi ruang kosong di hati
Ku yakin kuasa sang Ilahi
Akan membawamu menepi
Meski saat ini aku bukan tempatmu kembali

Sabtu, 13 Mei 2017

Ketika hati ingin kembali
Kenapa selalu ada yang mengisi
Sepi ini sudah tak bisa ku tepisi
Meronta inginkan kau disisi

Senin, 01 Mei 2017

Kemanapun kaki melangkah
Akan ada suatu yang indah
Dimanapun kaki berpijak
Akan ada suatu yang bijak
Sejauh apapun hati berkelana
Akan banyak suka duka disana
Aku tak ingin menyerah
Karna aku yakin
Akan ada pelangi setelah badai
Entah itu terlihat olehku, atau tidak.

Jumat, 14 April 2017

Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan,
Aku tak kan pernah inginkan sebuah kebenaran,
Karena bagiku, mencintaimu adalah kesalahan terindahku....

Minggu, 09 April 2017

Tak ada lagi lirik baru untuk lagu rinduku
Telah habis ku tulis untukmu
Masih tentangmu dan akan selalu tentangmu
Karna kamu,
telah sempurna mengambil rasaku.....

Selasa, 04 April 2017

Kata orang cinta itu indah
Namun mengapa selalu membuat ku terluka
Kata orang cinta itu bisa mengubah segalanya
Namun mengapa aku tetap bertahan
Kata orang cinta itu buta
Namun mengapa dia selalu terlihat
Kata orang cinta itu menghapus air mata
Namun mengapa cinta yg meneteskan air mata
Haruskah aku pergi dari cinta?
atau bertahan tanpa kepastian😞

tentang rindu

Rindu itu seolah membunuhku
Perlahan tapi pasti menusuk jiwaku
Selintas wajahmu yang mampu ku ukir
Telah membuka rasa yang baru mmulai tertutup
Senyuman itu masih sama
Meski tak pernah bisa menjadi milikku
Mampukah aku kembali menutup hati ini
Melupakanmu yang rajin hadir dalam benakku
Yang tak pernah absen dalam anganku

Minggu, 19 Maret 2017

Alunan musik yang terdengar
Seakan membawaku ke suatu masa
Masa yang tak ingin aku akhiri
Masa yang tak ingin aku lupakan
Masa yang selalu ku impikan
Masa yang selalu ku rindukan
Masa yang selalu ku ulang
Riuh tawa dan canda itu
Akan selalu ku jaga dalam jiwaku
Berharap aku bisa kembali ke masa itu
Meski tak mungkin, hal itu akan selalu dan selalu menjadi anganku

Aku tak tau apakah jalanku ini benar
Aku tak tau apakah ini takdirku
Aku tak tau apakah harus seperti ini
Aku tak tau kemana aku harus melangkah
Sunggh aku tak tau
Jika memang benar ini jalanku, ini takdirku, ini yang harus ku jalani
Tapi mengapa hati ini terasa berat
hati ini terasa tak rela
Takdir ini seolah bukan mau ku
Apa aku harus menjalaninya?
atau mundur dg penyesalan?

Sabtu, 18 Maret 2017

Tak cukup secarik kertas
Untuk menyuratkan kisahku
Bahkan tumpukan buku pun
tiada daya menampungnya
Terlalu penuh dengan kenangan
Kenangan yang seharusnya ku lupakan
kenangan yang seharusnya ku hilangkan
Karna semua itu hanya tentang "KAMU"

Saat duniaku tak lagi berpijak pada ceritaku
Aku sadar semua ini ternyata semu
Saat mentari tak lagi bersinar dalam jalanku
Aku sadar cahaya pun juga bertuan
Saat indahnya dunia tak lagi terlihat olehku
Aku yakin keindahan itu telah kau bawa
lengkap bersma bahagiaku
Terimakasih, telah sejenak hadir dalam jejakku

Senin, 13 Maret 2017

Ragaku tak sanggup lagi berdiri
Jiwaku seakan melayang
Melepas semua yang aku harapkan
Mengubur rasa yang masih terpendam
Ini sudah penghabisan nafasku
Teriakan hariku tak lagi ku dihiraukan
Apalagi hanya sekedar air mata yang tak lagi menetes
Aku akan melepaskan yang tak bisa ku genggam
Cukup sudah, berakhir tanpa aku mulai
Aku mulai lelah
Menulis setiap cerita tentang mu
Tentang rasa ku yang bukan rasamu
Aku mulai lelah
Bermimpi tentang indahnya hari tua bersamamu
Berkhayal tentang rambut yang memutih dipelukmu
Aku mulai lelah
Tetap disini menghabiskan sisa cintaku
Yang hanya untukmu
Aku mulai lelah
Menggoreskan tinta ini
Yang hanya menceritakan tentang mu
Aku mulai lelah
Sungguh aku lelah

Tetap Bertahan

Saat air mata jatuh tanpa ku mau
Tanpa ku tau mengapa dan kenapa
Alasan yang sulit tuk ku mengerti
Dunia seolah membenci 
Dan aku, aku masih tetap disini
Menanti mu yang tercipta untukku
Bila habis sudah rasa cinta ini
Aku akan tetap bertahan
Sampai saat kau tiba
Menghapus air mata yang telah mengering
Memeluk raga yang terlanjur rapuh
Mengisi sisa nafasku yang hanya menghitung detik
Aku akan tetap bertahan

Minggu, 12 Maret 2017

Detak yg ku tunggu

Detak itu selalu ku tunggu
Selalu ku merindukan
Hanya detak itu
Detak yang bagiku berarti
Setiap aku menatapku
Detak itu muncul tiba tiba
Dan aku tak mau melepaskannya
Detak itu sudah menjadi candu hatiku

Aku dan kecewaku
Mengembara menjauh dari sang surya
Menyelinap ke tepian tebing kehancuran
Aku dan kecewaku
Telah terpenjara dalam jurang
Jurang hati yang tak kan pernah terselamatkan
Kenapa? Mengapa?
Aku dan kecewaku
Tak menyadarkanmu.

Sabtu, 11 Maret 2017

Gelisah,,, kamu mengganggu

Gelisah,,
Kenapa kamu datang lagi
Aku tak pernah mengundangmu
Memanggilmu dalam hatiku pun tak mau
Gelisah,,
Apa sebenarnya maumu
Aku tak inginkanmu hadir
Tolong jangan tibatiba tinggal
Dan tak mau pergi
Aku lelah bersamamu!

Kau tak kan peduli
Apa yang aku inginkan sebenarnya
Yang selalu berputar di otakku
Kau tak kan peduli
Hati yang sebenarnya rapuh
Yang tak pernah terlihat olehmu
Yah, kau tak kan pernah peduli

Mungkin harus begini
Tetap menjaga hati
Sampai terbuka dengan sendirinya
Mungkin harus begini
Kecewa yg selalu menghampiri
Sampai hati tak lagi terasa tersakiti
Mungkin harus begini
Melihatmu tertawa bahagia
Meski itu semua karnanya bukan karnaku
Mungkin harus begini....
Tetap diam sampai kamu benar benar mengerti akan rasaku

Kamis, 09 Maret 2017

Kata orang menunggu itu membosankan
Tapi kenapa aku bertahan
Kata orang rindu itu menyakitkan
Tapi kenapa aku mengulang
Akankah penantian ini indah nantinya?
Atau hanya sekedar khayalan tak terbantahkan

Aku terdiam
Menatap senyuman semu itu
Dalam diam aku hanya bisa bertanya
Bertanya kepada mu lewat hatiku
Apakah kamu akan menoleh ke arahku?
Apakah aku pantas mencintaimu?

Sabtu, 25 Februari 2017

Semua rasa pasti punya alasan
Apakah dia akan tetap tinggal atau dia akan pergi
Alasan yang bahkan tak semua mengerti
Alasan yang hanya diri sendiri yang memahami
Alasan yang tak perlu orang lain tau
Yang jelas ada satu alasan kuat diantara beribu alasan untuk tetap tinggal atau memilih pergi
Bukan saja karna lelah tapi karna hati yang tak bisa bersahabat dengan kata nyaman

Berkelana sendiri

Mungkin aku hanya belum nyaman disini
Belum menemukan rasa untuk ku tetap tinggal
Ragu yang semakin hari semakin menguat
Seakan mengalahkan hingar bingar kemewahan yang ada
Terus merasa sepi diantara beribu keramaian yang ada
Mungkin nyaman itu sedang berkelana
Menapaki setia sudut kota dan lupa membawa serta diriku
Sehingga sampai saat ini tak ku temukan itu disini

Sampai kapan?

Kata orang setelah kesedihan pasti ada kebahagiaan
Saat ini kebahagiaan itulah yang aku tunggu
Jalan terang yang tak berliku
Yang menuntunku kembali
Kembali untuk membuat mereka tersenyum
Bukan melihat dan menatap kesedihan mereka
Sampai saat ini aku masih bertanya tanya
Kapankah hari itu tiba
Kapankah aku lepas dari bayang bayang semu anganku yang ku tahu aku tak akan meraihnya
Sampai kapan aku terus terjebak dalam khayalan tentang hal yang bahkan aku tak bisa untuk sekedar memimpikannya
Hanya air mata yg bisa menetes tanpa permisi
Menghiasi malam2 ku setiap kali terlintas dibenakku
Namun bagaimana aku lupa
Setia detik angan itu selalu ada
Sampai kapankah?

Dilema

Sering rasanya, ketika kaki ingin melangkah
Tapakku tak ingin beranjak
Ketika hati ingin berlari
Jantung tak mengizinkan pergi
Langkahku saat ini lagi dan lagi harus terhenti
Entah mengapa dan kenapa
Apa kah memang aku harus berhenti atau hanya hatiku yang ingin berhenti
Sehingga seharusnya aku terus berlari
Melawan semua yang terhenti
Aku tak tau harus apa
Aku tak tau harus bagaimana
Seolah membeku disudut hati
Yang tak kan ada kehangatan
Ya Allah ya Tuhanku
Bimbing aku dan arahkan aku ke jalanmu
Jangan kau tutup mata ku apalagi mata hatiku
Dekatkanlah aku PadaMu sampai aku berada disisiMu

Kamis, 23 Februari 2017

Indah juga butuh gelap

Bintang dan bulan dilangit
Tak kan indah jika tak ada kegelapan
Tak kan terliihat bahkan dengan beribu mata sekalipun
Begitu juga kita,
Setiap dari kita pasti punya kelebihan dan kekurangan
Karna itu lah jika kita "satu" akan terasa indah
Bukankah keindahan itu saling melengkapi?

Segalanya

Orang bilang nikmat itu
Ketika kita mendapatkan segalanya
Aapun yang kita inginkan
Namun bagiku nikmat itu
Ketika aku dan kamu menjadi kita
Karna ketahuilah kamulah segalanya itu

Rabu, 22 Februari 2017

Harapan yang selalu aku semogakan
Setiap detik dentingan waktu
Hingga sang senja meninggalkan peraduan indahnya
Selama yang aku semogakan belum terwujud
Yah, harapan itu akan selalu aku semogakan

Selasa, 21 Februari 2017

Kamu,,
Adalah semua hal yang aku mau
Semua hal yang aku butuhkan
Bukan yang lain, hanya kamu
Percayalah!!

Kan ku simpan

Andai langit bisa mendengar
Mungkin dia bosan dengan kataku
Andai bulan bisa bicara
Mungkin dia membungkam kataku
Terlalu banyak untaian kata yang telah ku tulis
Yang tak kan pernah kamu atau orang lain tau
Karena aku penyimpan rasa yang handal.

Tak perlu

Tak perlu kau tau,
Apa yang aku rasakan
Tak perlu kau dengar,
Jeritan hatiku selama ini
Tak perlu kau lihat,
Luka yang tergores ini
Biarkan aku yang terus menyimpan
Sampai nafasku tak lagi berhembus
Tak perlu kau balas.

Minggu, 19 Februari 2017

Nikmati lah,,
Sebelum nafas mu tak lagi inginkan keberadaan mu
Jangan kau siakan
Setiap detik hembusan itu
Tak kan pernah bisa terulang
Nikmatilah.

Kamis, 16 Februari 2017

Setia dan kebodohan

Kamu boleh berlari
Dan aku akan tetap berdiri disini
Kamu boleh tak menoleh
Dan aku akan tetap memandang mu disini
Kamu boleh pura-pura tak mengenalku
Dan aku akan tetap menyapamu
Ini bukan tentang kebodohanku
Ini tentang kesetiaan ku
Terkadang kesetiaan itulah sebuah kebodohan

Rabu, 15 Februari 2017

Sementara ini

Sementara ini
Tak apa engkau pergi
Tak apa engkau bersamanya
Bergandeng tangan dengannya
Setidaknya aku tau engkau baik baik saja
Sementara ini
Nikmatilah egomu sekarang
Sebelum takdir membawamu pulang
Iya, pulang ke pelukan ku
Rumahmu yg tak kau ingat dulu

Aku iri

Terkadang, aku iri pada mereka
Mereka yg terlihat selalu tersenyum
Mereka yg terlihat selalu bahagia
Mereka yg terlihat selalu ceria
Setidaknya aku ingin seperti mereka
Mampu menyembunyikan lukanya
Mereka yang kuat😓

Aku harus ke mana??

Ada begitu banyak jalan
Seharusnya ku tak dilema
Namun hanya 2 yg terlihat oleh ku
Jalan yg membawa ku kedalam satu hal
Yang tak bisa ku pilih
Aku harus apa
Aku harus kemana
Adakah yg bisa ku ikuti
Atau sekedar ku jadikan pijakan
Sebelum akhirnya ku benar benar sendiri

Tercekik rindu

Ku terdiam melihat peti mati itu
Terasa baunya menyelinap terlalu dalam
Apakah gerangan yg tersimpan
Seolah ku tercekik karna nya
Tak bisa ku elakkan lagi
Aku pun tak sanggup membuka nya
Dan tak ku izinkan seorang pun membuka nya
Tidak juga kamu
Karena peti itu isinya rindu
Rindu yang sudah membusuk

Tangisan tak berguna

Apa yg bisa ku lakukan
Ketika angin membawaku pergi
Ke tempat yg tak ingin ku datangi
Apa yg bisa ku lakukan
Ketika hujan menahanku
Di tempat yg tak ingin ku singgahi
Apa yg bisa ku lakukan
Ketika mentari tak mengizinkanku
Melihat keindahannya
Apa yg bisa kulakukan
Ketika aku kehilangan
Hal yg tak pernah ingin ku lepas
Apa yg bisa kulakukan
Ketika sesuatu pergi tanpa pamit
Dan ku baru tersadar ketika sudah tak lagi disisi
Yah, hanya tangisan yg bisa ku senang
Setidaknya hatiku tak sesak dg kesedihan
Meski ku tahu tangisan tak bisa mengubah apapun.

Minggu, 12 Februari 2017

Terlalu sulit

Kamu,
Terlalu jauh untuk aku sentuh
Terlalu lama untuk aku nanti
Terlalu sulit untuk aku simpan
Terlalu lamban untuk aku andalkan
Hanya bisa aku abadikan
Dalam selembar kertas yg tak berwarna
Ku simpan dalam lipatan dompet
Yg tak pernah lagi tersentuh

Ibu

Air mata ini keluar tanpa permisi
Setiap kali hal tentang mu terlintas
Aku tak mengerti mengapa dan kenapa
Karna yg ku tahu kau tak pernah membenciku
Walau kau tau aku sering menggoreskan luka dihatimu
Entah dg atau tanpa ku sadari
Lagi dan lagi, ibu...
Engkau selalu ada disetiap hembusan nafasku
Engkau yg paling pertama memelukku
Dikala dunia menjauhiku
Engkau yg tak pernah membiarkanku merajuk
Dengan segala cara kau lakukan agar aku kembali tersenyum
Engkau yg Mengerti semua tentangku tanpa aku berkata
Mengamati setiap gerikku yg ku anggap tak penting
Terimakasih ibu, tak kan ada kata yg bisa mengungkapkan rasa sayangku
Tak kan ada kata yg mampu meyakinkanmu
Betapa aku tak bisa hidup tanpa hadirmu
Terimakasih ibu❤

Tak sanggup kehilangan

Sebenarnya,,
Aku tak mudah terluka
Aku tak mudah bersedih
Aku juga tak mudah menangis
Apalagi merasa tersakiti
Oleh orang2 diluar sana
Namun jika namamu disebut
Jika tentangmu dicemooh
Atau engkau tersakiti
Akulah yg paling pertama terluka
Akulah yg lebih bersedih
Aku yg pertama kali menangis
Dan akulah yg lebih tersakiti
Apapun itu,, semua tentangmu
Mengajarkanku arti hidup
Mengajarkanku keikhlasan
Mengajarkanku sebuah kesabaran
Dan mengajarkanku tentang cinta yg tulus
Jika aku diberikan sebuah permintaan
Hanya satu pintaku Tuhan,,
Cabutlah nyawaku terlebih dahulu
Karna aku tak sanggup
Hidup tanpa mereka
Dan tak pernah terlintas olehku
Sakitnya kehilangan,,
Untukmu, Umi Abi❤

Jumat, 10 Februari 2017

Silahkan pergi

Silahkan pergi sekarang
Jangan lagi menunda
Hati bukan lagi tentang luka
Sekarang atau nanti, sama saja
Sudah terlanjur membusuk
Percuma kau tinggal
Silahkan pergi, jangan kau tunda!!!

Rindu yg kurasa kali ini
Menelisik hingga ke tulang
Enggan beralih dan tak mau pergi
Tetap saja kamu dan kamu lagi
Otak ku tak pernah bosan akan parasmu
Apa aku yg terlalu bodoh?
Atau memang kamu yg terlalu indah?
Hingga rindu itu kembali lagi dan lagi

Degub mematikan

Mengingatmu itu racun bagiku
Mematikan dan langsung menusuk jantungku
Seolah tak mau lagi berdegub
Karna mungkin dia dia sadar deguban itu tak lagi berarti

Teruntuk otakku,
Tolong jangan banyak berpikir malam ini
Ragaku lelah kali ini
Mata ingin segera terpejam
Agar bisa sejenak terlupa
Yah terlupa tentang kamu.

Jangan usik duniaku

Tinta yang kupilih
Memang bukan tinta yg terindah
Untuk menggoreskan warna diduniamu
Namun aku yakin,
Tinta ini indah untuk duniaku
Hidupku bukan melulu tentangmu atau mereka yg tak suka
Namun tentang warnaku untuk hidupku
Jangan mengusik yg bukan menjadi duniamu
Jika iya,
Aku yakin duniamu tak seindah duniaku

Butuh kesiapan

Tetaplah disudut itu
Jangan beranjak pergi
Tunggu aku sejenak
Aku sedang bersiap untukmu
Maaf, terlalu lama
Karna untuk tersakiti aku butuh kesiapan

Kesalahan terindah

Jika merindumu adalah sebuah kesalahan
Selamanya aku tak ingin jadi benar
Karena merindumu telah menjadi candu
Yg menyakitkan bila ku lepas
Tak pernah bisa ku binasakan
Karna parasmu selalu terngiang di otakku

Hati tak sebercanda itu

Jangan pikir bisa tinggal
Kalau niatmu hanya untuk singgah
Perasaan tak sebercanda itu
Ini hati bukan pelabuhan
Tak ada dermaga untuk pelayar sementara😪

Selasa, 07 Februari 2017

Hujan (lagi)

Ketika hujan datang aku curiga
Sepertinya dia membawa seseorang
Seseorang yg ku tahu tak mungkin datang
Gemericik airnya seraya membisikkan kata yg sebenarnya tak mau ku dengar
Aku tahu ini hanya ilusiku semata
Raga ini berontak
Berusaha terbangun dari fatamorgana
Melihat fakta yg ada di depan mata
Dia tak mungkin datang untukku
Cukup mimpiku saja yg menyimpanmu

Senin, 06 Februari 2017

Biarkan aku disini dan tetap begini
Menapak i setiap jejak yg sudah ku tau ujungnya
Tapi jangan kau halangi,
Sudah cukup kau dengannya
Sekarang biarkan aku tetap disini tetap begini dengan cinta yg sama

Ku rasa aku jatuh cinta
Jatuh cinta pada semua keindahan Tuhan
Jatuh cinta pada semua ciptaan Tuhan
Termasuk "kamu".

Minggu, 29 Januari 2017

Izinkan aku Tuhan

Terbenamnya matahari kali ini
Terasa berbeda dari selayaknya
Gelap yg terjadi seolah memberi pertanda
Hembusan angin beserta gerimis membisikkan kata yang tak ku mengerti
Seketika hati ini berisik brtanya tentang apa yg tak terjawab
Kegelisahan yg menyerang hati ini secara berbondong bondong tak mau kembali
Ya Tuhan, tenangkanlah hati ini
Buatku nyaman dg takdirmu
Izinkan aku melihat mereka tersenyum karnaku
Izinkan aku menyamankan mereka
Izinkan aku memastikan mereka tak menangisiku
Sebelum Engkau memanggilku kembali menghadapmu
Karena aku tak sanggup melihat air mata sedih mereka karna ku

Senin, 23 Januari 2017

Teruslah berjalan

Hey kamu!
Yang hanya berhenti sesaat dihadapanku
Teruslah berjalan,
Jangan kau tinggalkan rasa yg tak ingin kau punya
Teruslah melangkah menuju tujumu
Jangan kau bawa sosok tak berdosa terluka karna rasa yg kau tinggalkan
Cukup. Jangan kau teruskan!

Haruskahku

Haruskah aku berteriak
Jika sekedar bisikan tak kau hiraukan
Haruskah aku berlari
Jika sekedar langkah kau acuhkan
Atau haruskah aku pergi
Jika sekedar datang tak kau sapa
Mungkin matamu tlah tertutup
Begitu pula dengan rasamu
Rasamu tlah mati untukku
Hingga untuk sekedar menengok ke arahku pun itu sebuah dosa bagimu
.
.

Jarak

Puluhan mill disana, adakah rasa yg sama?
Rasa yg entah siapa tuannya
Rasa yg mungkin tak pernah ku tahu pemiliknya
Rasa yg harus ku pendam dan
Rasa yg tak bisa ku bicarakan
Memang, tak semua hal harus dibicarakan
Terkadang, diam lebih indah dan menenangkan
Entah dimana kamu!
Dan kini puluhan mill itu mungkin akan menjadi ratusan atau bahkan ribuan
Hingga tak ada alat yg mampu menemukan jarak itu
Kamu tau karna apa?
Iya, karna kita berada dalam dimensi yg berbeda
Entah dimana kamu!

Tak sekokoh karang

Aku rasa, aku tak sekokoh karang dilautan
Yg tetap diam meski diterjang ombak berkali kali
Yg tetap bertahan ditengah gemuruh air
Yg tak gentar meski terkena amukan alam
Aku rasa, aku harus belajar dari nya
Agar aku bisa sekokoh karang
Agar aku tak lari menjauh
Agar aku tetap berdiri tegak ditengah hembusan badai
Lalu, bagaimana aku bisa seperti itu?
Kemana aku harus berguru?
Karangpun tak pernah menjawab tanyaku...

Minggu, 22 Januari 2017

Just share

Hidup ini memang layaknya sebuah sinetron di tv, ada sang penulis yang begitu lihai menggerakkan pena sesukanya, menari di atas kertas atau pun jari yang menari diatas keyboard. Ada juga sang sutradara cerita yang dengan jelinya mengatur pergerakan artisnya. Artis hanya sekedar mematuhi arahan dan alur cerita yang sudah ada, yah meski sesekali berimprovisasi. Begitu juga kisah dunia nyata kita, cerita hidup kita telah ada yg menulis sampai akhir nanti, kita hanya menjalankan skenario cerita yg tertulis. Tentu saja akan banyak improvisasi yang pasti kita lakukan. Asal tidak terlalu menyimpang dari alur cerita yg telah ada. Dalam kehidupan ini pasti banyak hal atau pun omongan dari orang di sekitar kita. Mau sejauh apapun kita melangkah, kapanpun kita pergi, dengan siapa kita berjalan bahkan disetiap hembusan napas kita, pasti akan ada yg membicrakannya. Entah itu yg bikin kita senang ataupun yg bikin kita jengah. Asam manis kehidupan pasti ada, orang yg benci kita, pasti ada. Kita hanya punya dua tangan, tidak mungkin kan kita menutup banyak mulut?? Yg bisa kita lakukan hanya menutup telinga kita, dan tetap melngkah sejauh yg yg kita bisa dan yang kita anggap benar. Yakinlah kebahagiaan telah menanti di depan sana. Yg perlu kita lakukan hanya berjalan atau berlari ke arahnya. Melewati jalan berbatu terjal yang jika hanya dibayangkan ssaja tak akan bisa meraihnya. Yah sampai kapan pun itu. Kita butuh action nyata yg bisa mengantar kiita ke gerbang pintu masa depan kita. Tetap semangat kawan, hidup ga cuma dengerin kata mereka kok, dengerin kata hati. Karna itulah petunjuk yg datangnya dari sangg sutradara kehidupan.💙

Berhenti di kamu

Gemericik hujan malam ini
Membawaku laeut dalam lamunan panjang
Memaksa otakku memutar memory silam
Dan lagi, terhenti di kamu
Sosok yg belum tergantikan
Aku benci dengan ini,
Sungguh! Tak adakah cara untuk berlari?
Oh, mungkin ini harus ku nikmati
Agar rasa sakit nya tak terlupakan

Jumat, 13 Januari 2017

Usai

Usai sudah, jangan teruskan lagi
Desir angin malam ini tlah menyadarkanku dari lamunan tiada arti
Biarkanlah hujan menghapus jejakmu
Mengalirkan tetes memory yang tertinggal
Sudah, pergilah ke ujung sana agar aku tak lagi menatapmu
Jangan kembali, aku akan teruskan tulisanku sendiri
Tak perlu kau disini.
Move away.

Berhentilah

.
.
Berhentilah, jangan terus berlari
Apa kau tidak lelah?
Beristirahatlah, jangan khawatir
Aku tak akan lagi mengejar
Sepertinya kaki ku sudah mengisyaratkan hatiku untuk berhenti
Tak lagi mencari ataupun mengejar
Aku tau kau lelah, iya sama
Tapi lelahku lebih menyiksa
Terimakasih, sudah! berhentilah!

Cukup


Saat semua terhenti
Aku hanya bisa menatap awan disana
Yah, sama dengan hatiku saat ini
Gelap tak berbintang
Meski ku tahu bintang itu selalu ada
Namun tidak dengan hatiku
Entahlah, mungkin dia sembunyi
Atau takut dengan terang
Harapku hanya sampai disini
Aku tak bisa teruskan
Langkahku terhenti sampai disini

Sabtu, 07 Januari 2017

Bantu aku

Bantu aku,
Kembali dari goresan luka
Bantu aku,
Melupakan yg seharusnya dilupakan
Bantu aku,
Menemukan jalan pulang
Bantu aku,
Agar aku tak terus tersesat
Bantu aku,
Keluar dari jurang hati mu
Bantu aku,
Membenci yang aku cintai
Bantu aku, tolong bantu aku!!

Hujan

Terkadang, aku iri pada hujan
Dia tetap tegar meski harus jatuh berkali kali
Dia tetap rela untuk jatuh kembali
Sedangkan aku apa?
Untuk sekedar bangun dari jatuh ku pun aku tak mampu
Padahal aku hanya jatuh sekali
Iya, jatuh cinta padamu!

Kamu

Kamu,
Hal yg selalu ingin ku lihat tanpa bisa ku sentuh
Kamu,
Hal yg membuatku tersenyum saat mengingatnya
Kamu,
Adalah ketidakmungkinan yg selalu aku semogakan
Kamu,
Iya kamu kekasih hati yg tak bisa ku miliki