Senin, 23 Maret 2020

Hari ini, sepagi ini
Tiba-tiba dadaku terasa begitu sesak
Aku tidak tau mengapa
Sepagi ini aku sudah mengingatmu untuk kesekian kali nya
Kenapa sangat sulit untuk mengikhlaskanmu
Merelakanmu menjadi milik orang lain
Membiarkan kita menjadi asing
Mengapa sesakit ini melangkah pergi?
Mengapa ketulusan tidak pernah ada arti bagimu?
Aku tau, parasnya begitu menawan
Kaki jenjang dan kulit putihnya
Telah membuat mu terepsona begitu dalam
Hingga kamu tidak pernah perdulikan aku
Aku yang dengan tulus begitu mencintaimu
Bahkan dengan tega kamu puji dia di depanku
Dengan tega kamu bilang akan meminta cintanya
Andai kamu tau, pisau itu terlalu dalam menancap di hatiku
Tidak kah kamu berfikir barang sedikitpun akan perasaanku?
Tidak kah kamu berfikir bahwa aku hancur sehancur hancurnya
Hingga sampai saat ini pun aku belum mampu menata kembali kepingan kepingan hati yang dengan begitu sengaja kamu pecahkan
Namun, yang lebih melelahkan adalah
Aku masih saja terus memikirkanmu
Aku masih saja mendewakanmu
Menganggapmu yang terindah
Aku masih mencintaimu
Aku tidak tau sampai kapan aku bisa menahan rasa sakit ini
Aku juga tidak tau sampai kapan aku akan terus mengharapkanmu
Berpaling menoleh ke arahku dan kembali memyapaku
Semoga waktu akan lekas memulihkan segala yang patah
Dan membersamai bahagia sampai waktu kembali ke semesta tiba


Selasa, 17 Maret 2020

Sebenarnya,
Banyak hal yang ingin ku katakan
Banyak topik yang ingin ku bahas
Yah, seperti dulu
Saat semua baik-baik saja
Saat tak ada sekat di antara kita
Saat tembok itu belum kau bangun
Saat kita bisa tertawa lepas
Membahas hal-hal yang diluar batas
Menertawakan kita dan juga mereka
Bahkan melihat sampai akhir film yang tak begitu menarik
Namun sekarang,
Semua tidak seperti waktu itu
Keadaan telah berubah
Atau memang ini yang seharusnya?
Sungguh aku membenci situasi ini
Menyapamu menjadi hal yang tak bisa ku lakukan
Meski hatiku sangat menginginkannya
Aku harus tetap sadar
Bahagiamu adalah ketika aku tak terlihat olehmu
Aku bisa apa?
Bahkan untuk sekedar menjadi temanmu saja aku tak pantas
Apalagi inginku sebagai seorang sahabat seperti dulu
Kau tak izinkan itu
Kau telah benar-benar menutup pintu hatimu untuk ku
Aku tau hadirku hanya akan membuatmu kehilangan bahagiamu
Mau tidak mau sekarang aku harus tau diri
Bahwa aku memang tidak pernah kau harapkan ada dihidupmu
Walau otakku mengatakan jika kau begitu kejam
Tapi hatiku tak pernah mau sepakat
Kau tetaplah yang terindah....
Selamat malam, semoga kau selalu dalam kebaikan🙂

Selasa, 10 Maret 2020

Hai, selamat malam kamu
Maaf malam ini aku menulis lagi tentangmmu. Berharap suatu saat nanti kamu akan membaca tulisanku ini. Ada satu hal yang masih mengganggu pikiranku setelah aku brnar-benar berniat melakukan apa yang kamu inginkan, iya.. melangkah menjauhimu. Aku sedih, dan aku juga tidak habis pikir kenapa kamu bisa beranggapan aku ini adalah pribadi yang sombong? Bahkan kamu anggap aku merasa lebih baik dari orang lain? Kenapa bisa seperti itu? Aku tidak tahu kamu bisa menyimpulkan dari mana tentangku. Ironisnya kamu menganggapku seperti itu disaat aku sedang merasa berada di titik paling rendah dalam hidupku. Disaat aku merasa tak berguna, disaat aku merasa minder dengan siapapun, disaat aku merasa paling hina dan disaat aku merasa no life. Kenapa bisa kamu malah berpikiran buruk tentangku? Jika kamu tau, aku membandingkan diri ku dengan mereka karena aku merasa dalam kondisi paling rendah. Bahkan aku merasa tak ada artinya buat siapapun. Tapi nyatanya dimatamu aku malah terlihat semakin buruk. Aku tidak tau, apa memang benar-benar seburuk itu kah aku dimatamu? Atau memang kamu tidak pernah benar-benar mengenalku selama ini?
Hal tersulit dalam hidupku selama ini adalah menghilangkan rasa minder dan rendah diriku. Sedihnya dimatamu aku masih terlihat seperti menyombongkan diri. Sungguh aku tidak pernah merasa seperti itu. Apalagi merasa lebih baik dari dia yang berhasil memikat hatimu. I'm nothing, and always be nothing for you. Semoga suatu saat nanti kamu bisa paham akanku. Dan tidak lagi menganggapku demikian. Aku tau penjelasanku ini tidak pernah kamu butuhkan bahkan sama sekali tidak penting untunkmu. Tapi, biarlah aku tetap ingin menjelaskannya. Mau percaya atau tidak itu hak kamu. Yang jelas aku tidak pernah menjadi seseorang yang kamu pikirkan kemarin.

Minggu, 08 Maret 2020

Mulai malam ini,
Aku benar-benar melepaskanmu kepada semesta
Mengikhlaskanmu untuk kesekian kalinya
Entah bagaimana aku mendefinisikan apa yang aku rasakan saat ini
Aku tidak tau
Hancur? Sudah pasti
Sakit? Jangan lagi ditanya
Tapi aku juga lega
Akhirnya hati ini mau untuk mencoba melepasmu
Memberimu ruang untuk mencari kebahagiaan yang selama ini tertahan olehku
Ikhlasku semoga membawamu kepada bahagia yang kamu impikan
Seperti biasa, jangan pedulikan aku
Bahagiamu lebih penting dari bahagiaku
Aku masih punya urusan mendamaikan hati ku dengan keadaan
Semoga mereka segera menemukan jalan tengah untuk tak lagi bertengkar
Selamat malam, sayang
Selamat tinggal, aku pamit.

End

Sabtu, 07 Maret 2020

Dear kamu yang sangat aku cinta

Malam ini, aku masih bisa memandangmu seperti dulu. Aneh ya rasanya, canggung dan tak terdefinisikan lagi. Entahlah, aku berusaha biasa seperti sedia kala, tapi lagi lagi memang sudah takdirnya semua berubah. Aku tak lagi bisa bercanda lepas denganmu. Seperti ada sekat dan tembok yang begitu tinggi yang kamu bangun. Tenang saja, aku mulai memahaminya kok. Pada dasarnya kamu tidak perlu menjauh, karna aku tau bagaimana caranya mundur.
Kamu pasti syok atas apa yang ku lakukan sekarang, atau mungkin biasa aja ya hehe karna banyak perempuan yang bahkan melakukan hal lebih gila dari aku. Jangan tanyakan kenapa aku harus seperti ini, aku sendiri pun tidak tahu jawabannya. Hatiku ingin melakukannya dan aku tak tau kenapa.
Lewat ini, hatiku hanya ingin menyampaikan salam perpisahan kalik. Setelah kemarin kamu sempat marah dan hilang respect. Dengan ini, aku berusaha untuk mengembalikan persepsimu tentang aku. Yah walaupun aku tau ini sia-sia, tapi seengaknya sebagai manusia kita boleh kan berusaha?.
Aku sadar kok perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Jadi ya, mau gimana lagi kan? Hehe... Ah aku jadi gatau mau nulis apa lagi.
Aku penasaran, selama aku tak mengganggumu kemarin sempat ngga sih terlintas di pikiranmu tentang aku? Barang sedetikpun gitu... Apa kamu merasa kehilangan? Atau memikirkan bagaimana keadaanku?
Oh ya, ini ada gift buat kamu. Sebenarnya ini dulu aku simpan buat kado wisudamu, tapi karna kamu tidak mau aku datang dan aku tau kamu tidak suka dengan hal-hal seperti ini jadi aku urungkan untuk memberikannya. Kali ini akan ku berikan saja ya, aku mohon jangan menolak dan yang paling penting jangan kamu buang atau kamu berikan buat orang lain. Aku tau ini tidak seberapa, kamu pasti bisa membelinya sendiri bahkan yang lebih baik dari ini. Hanya saja, anggap ini sebagai kado permintaan maafku, kado perpisahan dan mungkin menjadi kado terakhir dari ku. Aku harap kamu suka. Dan kamu selalu ingat kalau kamu pernah menjadi cahaya yang sejenak mampir di kehidupanku. Jadikan ini teman tidurmu, atau mungkin bisa menjadi teman gundam-gundam mu itu hehe. Yah, aku tau ini bakal sedikit menggeser tempat mereka. Tapi trust me ini bagus kok buat cahaya mereka hehe..
Emmm...apa kamu sudah sempat baca blogku? Are u keeping ur promise? Kalau belum ini aku tinggalkan alamatnya nicefisya.blogspot.com. Jika suatu saat nanti kamu mau tau tentang ku mungkin kamu bisa ke sana, tapi aku mohon jangan kamu kasih tau ke dia yang nanti menjadi pendampingmu cukup kamu saja yang tau. Seperti kita yang pernah dekat tapi tak ada yang mengetahuinya.
Setelah ini, aku tidak tau bagaimana masa depan nanti, apakah aku masih bisa datang kesini lagi atau ini hari terakhirku menginjakkan kaki di rumahmu, di kamarmu. Aku tidak tau. Yang jelas jika memang ini hari terakhirku disini, bertemu denganmu, aku ingin menciptakan perpisahan yang indah. Meskipun tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan. Setidaknya biarkan aku sedikit lega.
Aku akan mengikhlaskanmu, dengan siapapun kamu akan bersanding nantinya ku doakan bahagia dalam hidupmu. Tidak ada luka tersebab oleh dia. Jaga diri baik-baik ya, jaga kesehatanmu. Aku harap kamu bisa segera check up untuk keluhan mata dan pusing mu. Aku pikir ada sesuatu yang salah disana. Maaf aku ikut csmpur hanya saja aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. 
Semoga kita masih bisa bertemu lagi ya, dan semoga dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang. Jika memang saling asing yang kamu inginkan, dan itu bisa membuatmu lega dan bahagia baiklah, aku akan berusaha sebisaku. Menjadi kita yang dulu, kita yang berjarak. Aku tak apa, akan kupulihkan sendiri perasaan yang masih tersisa ini. Semoga aku tak lagi rapuh, dan selalu ingin tahu apapun tentang mu. Aku harap candu ku atas mu juga segera terobati. Doakan aku ya dari sana.
Jika masih diizinkan bertemu, semoga rasa bencimu yang kemarin sempat ada sudah hilang tak berbekas. Dan aku juga sudah bisa mengikhlaskanmu. Kita bisa kembali menjadi sahabat tanpa ada rasa yang lain.
Terimakasih sudah mengajariku banyak hal dan menyadarkanku bahwa hatiku masih bisa mencintai setelah sekian lama tak rerisi. Dulu, aku sempat berpikir hatiku telah mati rasa dan tak lagi bisa merasakan cinta. Tapi kehadiranmu mengubah segalanya meski pada akhirnya aku harus kembali patah dan hancur lebur. Tak apa, aku yakin waktu akan memulihkan semua yang patah dan mengobati setiap luka.
Terimakasih ndung, secara tak sadar sudah sempat memberiku kebahagiaan.

Love u

Senin, 02 Maret 2020

Aku benci malam ini
Karna merindukanmu lagi
Tapi kali ini, aku tak bisa mengatakannya seperti dulu
Bukannya aku tak berani
Tapi, aku belum siap dengan jawaban menyakitkan yang akan kamu utarakan
Jadi aku memilih menulisnya disini
Lembar dimana tak kamu tidak akan melihatnya
Betapa memalukannya diriku karnamu

Minggu, 01 Maret 2020

Tidak tahu kah kamu?
Segala yang tentangnya begitu membuatku terluka?
Aku tahu, dia membuatmu tersenyum
Aku juga tahu, dia membuatmu bahagia
Aku pun tahu, dia yang kamu inginkan
Tapi, tak adakah sedikit hatimu untuk tidak lagi menggoreskan luka dihatiku?
Bahkan yang sebelumnya pun aku belum berhasil menyembuhkannya
Aku tidak tahu sampai kapan luka ini akan bersemayam direlung hatiku
Aku juga tidak tahu harus sampai kapan aku pura-pura untuk tetap tersenyum di hadapanmu
Pura-pura baik-baik saja ketika kamu mulai membicarakan tentang dia
Yah, tentang dia yang kamu pilih untuk menjadi pendamping sepimu sekarang
Jika kamu tahu, saat kamu mulai membuka kalimat untuknya
Saat itu juga lukaku semakin mengaga
Sakit, perih, dan segalanya yang berakhir luka
Tapi, aku bisa apa?
Entah kamu bercanda atau tidak tentang dia
Bagiku tak ada bedanya, luka itu tetap saja mengikutiku kemanapun aku berpaling
Maaf, tersebab aku belum juga bisa baik-baik saja

♥️GAPB