Terbenamnya matahari kali ini
Terasa berbeda dari selayaknya
Gelap yg terjadi seolah memberi pertanda
Hembusan angin beserta gerimis membisikkan kata yang tak ku mengerti
Seketika hati ini berisik brtanya tentang apa yg tak terjawab
Kegelisahan yg menyerang hati ini secara berbondong bondong tak mau kembali
Ya Tuhan, tenangkanlah hati ini
Buatku nyaman dg takdirmu
Izinkan aku melihat mereka tersenyum karnaku
Izinkan aku menyamankan mereka
Izinkan aku memastikan mereka tak menangisiku
Sebelum Engkau memanggilku kembali menghadapmu
Karena aku tak sanggup melihat air mata sedih mereka karna ku
Minggu, 29 Januari 2017
Izinkan aku Tuhan
Senin, 23 Januari 2017
Teruslah berjalan
Hey kamu!
Yang hanya berhenti sesaat dihadapanku
Teruslah berjalan,
Jangan kau tinggalkan rasa yg tak ingin kau punya
Teruslah melangkah menuju tujumu
Jangan kau bawa sosok tak berdosa terluka karna rasa yg kau tinggalkan
Cukup. Jangan kau teruskan!
Haruskahku
Haruskah aku berteriak
Jika sekedar bisikan tak kau hiraukan
Haruskah aku berlari
Jika sekedar langkah kau acuhkan
Atau haruskah aku pergi
Jika sekedar datang tak kau sapa
Mungkin matamu tlah tertutup
Begitu pula dengan rasamu
Rasamu tlah mati untukku
Hingga untuk sekedar menengok ke arahku pun itu sebuah dosa bagimu
.
.
Jarak
Puluhan mill disana, adakah rasa yg sama?
Rasa yg entah siapa tuannya
Rasa yg mungkin tak pernah ku tahu pemiliknya
Rasa yg harus ku pendam dan
Rasa yg tak bisa ku bicarakan
Memang, tak semua hal harus dibicarakan
Terkadang, diam lebih indah dan menenangkan
Entah dimana kamu!
Dan kini puluhan mill itu mungkin akan menjadi ratusan atau bahkan ribuan
Hingga tak ada alat yg mampu menemukan jarak itu
Kamu tau karna apa?
Iya, karna kita berada dalam dimensi yg berbeda
Entah dimana kamu!
Tak sekokoh karang
Aku rasa, aku tak sekokoh karang dilautan
Yg tetap diam meski diterjang ombak berkali kali
Yg tetap bertahan ditengah gemuruh air
Yg tak gentar meski terkena amukan alam
Aku rasa, aku harus belajar dari nya
Agar aku bisa sekokoh karang
Agar aku tak lari menjauh
Agar aku tetap berdiri tegak ditengah hembusan badai
Lalu, bagaimana aku bisa seperti itu?
Kemana aku harus berguru?
Karangpun tak pernah menjawab tanyaku...
Minggu, 22 Januari 2017
Just share
Hidup ini memang layaknya sebuah sinetron di tv, ada sang penulis yang begitu lihai menggerakkan pena sesukanya, menari di atas kertas atau pun jari yang menari diatas keyboard. Ada juga sang sutradara cerita yang dengan jelinya mengatur pergerakan artisnya. Artis hanya sekedar mematuhi arahan dan alur cerita yang sudah ada, yah meski sesekali berimprovisasi. Begitu juga kisah dunia nyata kita, cerita hidup kita telah ada yg menulis sampai akhir nanti, kita hanya menjalankan skenario cerita yg tertulis. Tentu saja akan banyak improvisasi yang pasti kita lakukan. Asal tidak terlalu menyimpang dari alur cerita yg telah ada. Dalam kehidupan ini pasti banyak hal atau pun omongan dari orang di sekitar kita. Mau sejauh apapun kita melangkah, kapanpun kita pergi, dengan siapa kita berjalan bahkan disetiap hembusan napas kita, pasti akan ada yg membicrakannya. Entah itu yg bikin kita senang ataupun yg bikin kita jengah. Asam manis kehidupan pasti ada, orang yg benci kita, pasti ada. Kita hanya punya dua tangan, tidak mungkin kan kita menutup banyak mulut?? Yg bisa kita lakukan hanya menutup telinga kita, dan tetap melngkah sejauh yg yg kita bisa dan yang kita anggap benar. Yakinlah kebahagiaan telah menanti di depan sana. Yg perlu kita lakukan hanya berjalan atau berlari ke arahnya. Melewati jalan berbatu terjal yang jika hanya dibayangkan ssaja tak akan bisa meraihnya. Yah sampai kapan pun itu. Kita butuh action nyata yg bisa mengantar kiita ke gerbang pintu masa depan kita. Tetap semangat kawan, hidup ga cuma dengerin kata mereka kok, dengerin kata hati. Karna itulah petunjuk yg datangnya dari sangg sutradara kehidupan.💙
Berhenti di kamu
Gemericik hujan malam ini
Membawaku laeut dalam lamunan panjang
Memaksa otakku memutar memory silam
Dan lagi, terhenti di kamu
Sosok yg belum tergantikan
Aku benci dengan ini,
Sungguh! Tak adakah cara untuk berlari?
Oh, mungkin ini harus ku nikmati
Agar rasa sakit nya tak terlupakan
Jumat, 13 Januari 2017
Usai
Usai sudah, jangan teruskan lagi
Desir angin malam ini tlah menyadarkanku dari lamunan tiada arti
Biarkanlah hujan menghapus jejakmu
Mengalirkan tetes memory yang tertinggal
Sudah, pergilah ke ujung sana agar aku tak lagi menatapmu
Jangan kembali, aku akan teruskan tulisanku sendiri
Tak perlu kau disini.
Move away.
Berhentilah
.
.
Berhentilah, jangan terus berlari
Apa kau tidak lelah?
Beristirahatlah, jangan khawatir
Aku tak akan lagi mengejar
Sepertinya kaki ku sudah mengisyaratkan hatiku untuk berhenti
Tak lagi mencari ataupun mengejar
Aku tau kau lelah, iya sama
Tapi lelahku lebih menyiksa
Terimakasih, sudah! berhentilah!
Cukup
Saat semua terhenti
Aku hanya bisa menatap awan disana
Yah, sama dengan hatiku saat ini
Gelap tak berbintang
Meski ku tahu bintang itu selalu ada
Namun tidak dengan hatiku
Entahlah, mungkin dia sembunyi
Atau takut dengan terang
Harapku hanya sampai disini
Aku tak bisa teruskan
Langkahku terhenti sampai disini
Sabtu, 07 Januari 2017
Bantu aku
Bantu aku,
Kembali dari goresan luka
Bantu aku,
Melupakan yg seharusnya dilupakan
Bantu aku,
Menemukan jalan pulang
Bantu aku,
Agar aku tak terus tersesat
Bantu aku,
Keluar dari jurang hati mu
Bantu aku,
Membenci yang aku cintai
Bantu aku, tolong bantu aku!!
Hujan
Terkadang, aku iri pada hujan
Dia tetap tegar meski harus jatuh berkali kali
Dia tetap rela untuk jatuh kembali
Sedangkan aku apa?
Untuk sekedar bangun dari jatuh ku pun aku tak mampu
Padahal aku hanya jatuh sekali
Iya, jatuh cinta padamu!
Kamu
Kamu,
Hal yg selalu ingin ku lihat tanpa bisa ku sentuh
Kamu,
Hal yg membuatku tersenyum saat mengingatnya
Kamu,
Adalah ketidakmungkinan yg selalu aku semogakan
Kamu,
Iya kamu kekasih hati yg tak bisa ku miliki