Maaf aku belum bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maaf aku masih dengan kehidupan yang sama dengan terakhir kali aku menulis tentang kehidupanku. Aku sudah berusaha semampuku namun takdir Tuhan selalu bertolak belakang dengan apa yang aku mau. Entah ini baik atau yang terbaik untuk ku sampai sekarang aku tidak bisa memahaminya. Semua hal berjalan tidak sesuai dengan harapanku. Banyak angan yang harus dengan terpaksa aku kubur dalam-dalam dan ku buang jauh-jauh hingga tak terlihat oleh bola mataku. Banyak harapan yang pupus oleh keadaan. Aku tidak tau lagi harus mulai dari mana dan seperti apalagi model bangkit dari keterpurukan yang bisa ku ambil kali ini. Segala cara telah ku coba, semua hal telah ku lalui, berbagai kekecewaan telah aku hadapi tanpa titik cahaya terang sekalipun. Aku sunggu tidak tau lagi tentang apa yang harus aku lakukan kali ini. Tanpa adanya sandaran apakah selalu semenyedihkan ini?? Tuhan, tolong beri aku jalan kepada semua hal terang dalam hidupku, beri aku kayu atau benang penuntun untuk sampai dititik itu. Aku sunggu tidak sanggup lagi Tuhan, berjalan sendiri tanpa pegangan tanpa cahaya. Aku kedinginan, aku kesepian dan aku kelelahan Tuhan. Tiada hari tanpa rasa kegelisahan meski ku tahu takdirmu sungguh nyata. Aku mohon Tuhan, beri aku harapan untuk memulai nya lagi dari awal, semua hal yang telah rusak dan kusut. Gantilah dengan yang baru atau izinkan aku memperbaiki semuanya Tuhan. Berikan aku petunjukkmu darimana aku harus memperbaikinya.😔
Dunia Tanpa Suara
Senin, 04 Desember 2023
Rabu, 07 Desember 2022
Magic Shop
Rasanya, aku ingin selamanya berada di magic shop ini. Tempat dimana aku biaa menemukan ketenangan dan kebahagiaan tanpa kekhawatiran apapun. Menikmati kehidupan yang tenang tanpa gangguan apapun. Aku ingin disini selamanya dan tak kembali. Aku lelah dengan realita yang ada pada diriku, selalu dimanfaatkan dan direpotakan oleh orang-orang yang tidak bisa ku abaikan. Walaupun mereka tak pernah sekalipun ada disaat aku sedang membutuhkan seseorang bahkan hanya untuk sekedar berbagi cerita mereka sama sekali tak mau mendengar. Lelah menjadi orang yang selalu berusaha ada untuk orang lain. Lelah melihat diriku sendiri yang tak kunjung memperoleh damai dialam semesta ini. AKU LELAH!
Jumat, 09 September 2022
Hello again!
Hallo semesta,
rasanya sudah lama ya? aku tidak lagi menceritakan kisahku disini. Hei semesta, kali ini aku rasa aku benar-benar lelah sama semuanya. Semesta, apakah kamu tau? Aku kembali dipatahkan oleh orang yang sama. Dengan cerita yang berbeda bisa-bisa nya dia kembali berulah mengusik sudut ruang otakku yang sekian lama telah terkunci. Lagi-lagi, dia datang dengan orang baru dan dengan cerita baru yang mampu meluluhlantahkan benteng pertahanan mentalku. Iya, dia berhasil membumihanguskan akal sehatku sehingga tak bisa kutemui setitik cahaya terang di dalam kegelapan ini. Hatiku kembali hancur meski hanya dengan melihatnya, jiwa ku kembali menggigil hanya dengan mengingat nya. Air mata yang tadinya mengering, kini kembali tumpah tak tertahankan. Semesta, apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku benar2 kehilngan arah. Aku tak tau hal apa yang seharusnya aku lakukan untuk diriku sendiri. ~°,~
Rabu, 23 Februari 2022
Numb
Saat terus menerus keadaan menamparmu tanpa ampun dengan begitu banyak kehilangan, hati akan terasa biasa saja. Bukan tanpa rasa, tapi sudah lebih kepada mati rasa. Kehilangan akan banyak hal yang berharga di dunia ini seolah mengajarkanku untuk tidak mencintai terlalu dalam hal-hal yang sifatnya memang hanya titipan. Apapun itu. Terkecuali hal yang melekat pada diri. Kehilangan mengajarkanku untuk lebih mencintai diri sendiri, menjadi egois dan tak terlalu memikirkan hal lain selain diri sendiri. Saat sedang kehilangan, sedih pasti. Menyalahkan diri apalagi, sudah menjadi kebiasaan yang tak bisa ku pungkiri lagi. Banyak hal yg karna kehilangan membuatku semakin down. Membuat mentalku jatuh, finansial anjlok, dan raga mulai tidak bersahabat lagi. Hingga aku sempat marah kepada semesta, "habis ini apalagi yg akan hilang haa?" Tampar aku lagi dan lagi semaumu, sepuasmu. Aku akan bertahan sebisa ku dan semampuku. Aku tau aku lemah, aku paham aku rapuh. Tapi aku akan berusaha bangkit lagi dan lagi. Aku pasti bisa kok menghadapi semua yang terjadi. Apapun itu 😣
Sabtu, 18 Juli 2020
Kecewa
Rabu, 15 Juli 2020
Malam itu adalah malam dimana aku memutuskan untuk benar-benar pergi dari kehidupan seseoramg yang teramat sangat aku cintai dengan baik. Aku membulatkan tekad untuk tidak lagi memasuki kehidupannya. Bukan karna aku sudah tidak lagi mencintainya, tapi karna aku tidak sanggup menahan rasa cemburu ketika dia mulai membicarakan wanita yang ia cintai.
Sebelumnya aku pikir aku kuat, aku pikir aku sanggup menahan rasa cemburu sembari menghilangkan perasaan sayangku ke dia dan tetap berada disisinya sebagai seorang sahabat. Tapi malam itu, Rabu, 15 Juli 2020 aku sadar ternyata aku tidam sekuat yang aku kira. Aku tidak setegar yang aku bayangkan. Oleh karena itu aku memutuskan pergi dari hidupnya untuk sementara waktu agar aku mampu membunuh perasaan yang tak bertuan ini.
Malam itu, telah aku siapkan sebuah bingkisan permintaan maaf sederhana untuknya. Aku minta maaf karna tidak bisa menepati omonganku untuk tetap berada disampingnya. Malam itu juga aku berharap kesan baik ketika aku benar-benar pergi. Aku mau dia mengingatku sebagai seseorang yang pernah mencintainya dengan tulus dan merelakannya bahagia dengan pilihannya.
Tapi, yang ku dapatkan hanyalah kekecewaan. Permintaan maafku tak diterima dengan baik malam itu. Semua usahaku untuk membuat bingkisan itu pun sama sekali tidak dihargai dan aku direndahkan serendah rendahnya. Hanya karna kesalahan yang tak kusengaja telah membuat dia dan seseorang yang dia cintai bertengkar. Yah, begitulah takdir yang belum berpihak pada ku. Aku kecewa bukan krn dia marah padaku, tapi aku kecewa karna dia sama sekali tidak menghargai usahaku dan malah memfitnahku berniat jelek pada hubungan dia dan kekasihnya. Aku sama sekali tidak tau apa yang ada didalam pikirannya, aku tidak tau dia menganggap aku ini apa. Bahkan untuk memganggap sebagai seorang teman pun dia tidak sudi.
Malam itu juga aku tersadarkan bahwa dia memang benar-benar tidak mengenalku dengan baik. Yah, seseorang yang aku cintai dan aku anggap sahabat ternyata sama sekali tidak mengenal ku. Dia tega menuduh ku melakukan hal yang bahkan tidak pernah terlintas di benakku. Entah bagaimana aku harus menjelaskan semuanya. Aku tau dia, aku paham jika apapun yang aku katakan tidak akan pernah dia dengar. Pembelaan yang paling benar pun pasti dianggap salah olehnya. Aku tidak tau, kenapa dia kecewa atas hal yang sama sekali tidak ku lakukan. Dan aku? Hanya bisa menangis menerima hal yang tidak ku lakukan. Disini aku yang seharusnya kecewa. Yah, aku kecewa, sangat kecewa. Dia menganggap ku tidak lebih dari "tai anjing". Sakit, sakit banget mendengar dia menghujat ku sehina itu. Setelah sebelumnya aku selalu menganggap dia raja dan selalu memberikan yang terbaik even sebagai seorang teman.
Aku tidak pernah sedikit pun berniat menyakitinya, tetapi kenapa dia tega merendahkanku dan tidak menghargai apa yang aku berikan. Mungkin benar, aku selalu menyakiti diri sendiri setiap kali memberikan sesuatu kepadanya. Kata maaf dan terimakasih pun tak ku dengar dari mulutnya. Aku kecewa, sangat kecewa!!
Hanya karna dia ingin mempertahankan satu orang yang dia tega melakukan hal itu padaku setelah segala hal yang aku usahakan. Iya, sia sia dan percuma. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan hujatannya ini. Sampai kapanpun. Hujatan ini akan ku jadikan senjata ku untuk terus berjalan menjauhimu. Jika kamu memang ingin aku membencimu, selamat! Kamu berhasil.
Ketahuilah, kelak kamu akan kehilangan semua orang yang care sama kamu, yang sayang sama kamu, hanya untuk memeprtahankan satu orang yang kamu pedulikan. Dan ketika itu terjadi, mungkin aku sudah jauh lebih bahagia😊
Terimakasih kamu telah mau menjadi bagian dari kisah yang semakin mendewasakan ku.
Semoga kamu segera tersadarkan dan ingat, aku selalu tersenyum melihatmu dari kejauhan. Sekali lagi terimakasih. GAPB💔
Sabtu, 16 Mei 2020
Aku Pernah
Aku pernah
Begitu berharap namun selalu dikecewakan
Aku pernah
Begitu keras berjuang untuk seseorang, namun disia-siakan
Aku pernah
Begitu mencintai namun sama sekali tidak dipedulikan
Aku pernah
Begitu menyayangi namun tidak pernah dianggap ada
Aku pernah
Begitu peduli namun dianggap mengusik hidup nya
Aku pernah
Menahan sakit hanya untuk membuatnya bahagia
Meski dia sama sekali tidak tau dan tidak mau tau
Dan aku pernah
Begitu bodoh meninggikannya padahal aku selalu direndahkan
Yah... Aku pernah melalui hal-hal menyakitkan itu
Aku pernah melalui hal-hal mempermalukan diri sendiri
Hanya untuk meminta hatinya yang sejatinya tidak pernah beranjak dari masa lalu
Meminta hatinya yang masih tertahan dan enggan bergerak dari tempat ia berada dulu
Hingga aku berkali kali tersadar dan kemudian jatuh lagi
Terjatuh hanya karna satu ingatan indah tentang kamu yang tiba-tiba terlintas dalam sepiku
Terjatuh hanya karna lagu yang pernah kita nyanyikan bersama
Sampai aku tersadar kembali
Bahwa mengagumimu adalah sebuah kesalahan
Sekeras apapun aku berusaha
Sekuat apapun aku bertahan
Sejauh apapun aku berusaha mendekat
Dan setulus apapun cinta yang aku berikan
Sama sekali tidak akan merubah hatimu yang telah terikat dan tak pernah mau terlepas
Melihat kamu baik-baik saja tanpa adanya aku
Memaksaku untuk tetap tersadar dan segera menepi
Menjauh dan tidak lagi kembali hanya karna kamu masih sendiri
Perlahan, tapi pasti
Waktu akan menyembuhkan lukaku
Waktu akan menghilangkan rasaku
Waktu akan menyatukan kembali kepingan hati yang telah terpatahkan
Dan waktu akan membawaku pada masa dimana aku bahagia dan tidak lagi mengingatmu
Aku yakin, semesta punya cara tersendiri untuk membuatmu merasakan rasa sakit yang pernah aku rasakan karnamu. Suatu saat nanti. Dan jika saat itu tiba, ingatlah aku. Seseorang yang pernah kau sakiti tanpa kau sadari.
Tetimakasih untuk lukanya. Aku akan sembuh.
Senin, 23 Maret 2020
Hari ini, sepagi ini
Tiba-tiba dadaku terasa begitu sesak
Aku tidak tau mengapa
Sepagi ini aku sudah mengingatmu untuk kesekian kali nya
Kenapa sangat sulit untuk mengikhlaskanmu
Merelakanmu menjadi milik orang lain
Membiarkan kita menjadi asing
Mengapa sesakit ini melangkah pergi?
Mengapa ketulusan tidak pernah ada arti bagimu?
Aku tau, parasnya begitu menawan
Kaki jenjang dan kulit putihnya
Telah membuat mu terepsona begitu dalam
Hingga kamu tidak pernah perdulikan aku
Aku yang dengan tulus begitu mencintaimu
Bahkan dengan tega kamu puji dia di depanku
Dengan tega kamu bilang akan meminta cintanya
Andai kamu tau, pisau itu terlalu dalam menancap di hatiku
Tidak kah kamu berfikir barang sedikitpun akan perasaanku?
Tidak kah kamu berfikir bahwa aku hancur sehancur hancurnya
Hingga sampai saat ini pun aku belum mampu menata kembali kepingan kepingan hati yang dengan begitu sengaja kamu pecahkan
Namun, yang lebih melelahkan adalah
Aku masih saja terus memikirkanmu
Aku masih saja mendewakanmu
Menganggapmu yang terindah
Aku masih mencintaimu
Aku tidak tau sampai kapan aku bisa menahan rasa sakit ini
Aku juga tidak tau sampai kapan aku akan terus mengharapkanmu
Berpaling menoleh ke arahku dan kembali memyapaku
Semoga waktu akan lekas memulihkan segala yang patah
Dan membersamai bahagia sampai waktu kembali ke semesta tiba
Langganan:
Komentar (Atom)