Minggu, 29 Desember 2019

Tentang Rasa

Aku mencintaimu dan tidak ku pungkiri aku pun ingin memilikimu
Aku tak bisa munafik dengan berkata "Cinta tak harus memiliki" atau perkataan motivasi penguat hati yang lain
Karna memang aku tak pandai untuk membohongi hati ku
Meskipun aku terlalu hebat untuk sekedar membohongimu dengan berkata didepanmu bahwa aku tak mencintaimu ketika kita sedang bercanda

Rasa cintaku mungkin memang tak berarti sedikitpun dimatamu
Karna terlalu banyak yang mengagumimu
Berat memang, mencintaimu sangatlah berat buatku
Bagaimana tidak, mencintai kamu yang banyak dicintai orang
Terkadang aku tersadar akan posisiku, siapa aku dan keberadaanku dalam hidupmu
Melihat mereka yang juga mencintaimu, mereka yang bahkan jauh lebih baik segalanya dari aku
Mereka yang lebih perhatian, mereka yang lebih cantik, mereka yang lebih kaya, dan mereka yang lebih lebih dari ku
Maaf jika aku selalu membandingkan diri dengan mereka
Aku tau, membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya akan membuatku semakin insecure
Tapi bagaimana aku tidak membandingkan diri jika rasa ku ini membuatku jadi merasa tak berarti

Meskipun begitu, entah karna apa
Aku kembali melakukan kesalahan yang sama
Yaitu tetap berani mencintaimu bahkan dengan tak tau malunya aku selalu mengganggu dan meminta waktu mu
Manifestasi rasa cintaku yang tak tersampaikan selalu membuat ku semakin menjadi pribadi yang menyebalkan dimatamu

Aku paham kamu tak sedikitpun suka akan perhatianku atau dengan kebawelan ku yang sering kali kau abaikan
Sering kali aku bertanya "kenapa?"
Apakah aku semenyebalkan itu hingga kau menolak mentah mentah perhatianku
Atau memang karna terlalu banyak yang memberikannya hingga kau sudah muak
Atau alasan yang lain?

Namun lagi dan lagi hati ini mulai memaklumi setiap apa yang dianggap salah oleh otakku
Mungkin karna rasa cintaku yang sudah terlalu dalam untukmu
Atau memang aku manusia bodoh yang tak jua belajar
Yang kini membuat otak dan hatiku mudah untuk berkompromi sekedar membenarkan tingkahmu
Hatiku selalu mendapatkan alasan kenapa aku harus kembali untuk tetap mencintaimu

Maaf, sekali lagi maaf
Aku telah lancang begitu mencintaimu sampai sedalam ini
Aku juga tak bisa menemukan alasan mengapa aku masih mempertahankan rasa ini
Meskipun sebenarnya, banyak sekali alasan yang memang mengharuskanku untuk membuang jauh rasa ini
Meninggalkanmu, menjauh dari kehidupanmu dan menghapusmu dari memoriku
Tapi nyatanya, aku dengan bodohnya
Tetap disini dengan rasa ini,
Tetap disini setia dengan ketidakpastian
Dan tetap disini menikmati sakit yang ku buat sendiri

Padahal aku tau, sungguh sangat tak mungkin bagi kita untuk bersama
Membersamaimu dalam sisa hidupku
Hanya akan menjadi mimpi yang akan selalu ku rindukan
Jarak yang tercipta antara kita begitu jauh
Aku tak kuasa untuk sekedar memperpendek atau bahkan menghilangkan jarak itu
Sudah kucoba, dan hasilnya selalu semesta tak pernah mengizinkanya
Seolah dia tau akan tugasnya untuk membuat batas diantara kita selalu tercipta

Aku tak tau harus bagaimana saat ini
Apakah aku harus tetap seperti ini?
Menikmati setiap goresan luka yang kubuat sendiri 
Atau
Haruskah aku pergi, mengikhalaskanmu yang bisa ku pastikan itu mustahil?

Ingin rasanya aku mengatakan apapun yang aku rasakan saat ini
Tentang cintaku, tentang rinduku dan bahkan tentang cemburuku

Jujur, 
Telah berulang kali aku mencoba
Membuatmu mengerti & membuatmu memahami
Tapi, disana aku selalu gagal mengungkapkannya
Mulutku seolah terdiam membisu 
Hingga tak sepatah kata pun terucap dari mulutku

Hatiku selalu bimbang
Di satu sisi aku ingin kamu mengerti
Aku ingin kamu memahami
Tapi disisi lain
Aku tak mau kehilanganmu
Aku tak mau kamu menjauh dariku
Dan aku tak mau kita berubah
Aku takut kalimat yang akan kamu dengar hanya akan mempercepat itu semua
Aku tak sanggup menjadi asing denganmu
Dan aku tak sanggup kehilanganmu begitu cepat

Harusnya memang aku bersyukur
Bisa sedekat ini denganmu
Menjadi sahabatmu mungkin memang takdirku
Meskipun pada kenyataanya
Aku pun gagal menjadi sahabat yang baik untukmu
Aku tak pernah bisa membuatmu nyaman untuk sekedar menceritakan keluh kesah mu
Atau membuatmu percaya dengan rahasiamu
Dan hanya biasa membuatmu badmood karna tanyaku yang tak mau kau dengar

Maaf,
Karna aku menjadi sahabat yang tak kau inginkan
Dan maaf,
Karna aku masih mencintaimu!





Senin, 26 Agustus 2019

Baru saja hanya sekedar memutuskan untuk menyerah kenapa hati sesakit ini? Belum juga beranjak pergi udah lemah tak berdaya.
Apa ngga bisa lebih kuat lagi?
Aap ngga bisa lebih tegar lagi?
Serapuh inikah aku?
Meski yakin ke depan akan baik baik saja, namun mengapa air mata terus mengalir?
Sampai aku tak punya daya untuk mengusapnya.
Lelah karnamu sudah terbiasa buatku
Kali ini aku memutuskan berhenti
Agar lelah itu tak kembali
Tapi selalu ada beribu tapi yang mengharuskan ku tetap tinggal
Tolong, beri aku satu alasan untuk pergi tanpa harus ada hasrat untuk kembali😣

Jumat, 23 Agustus 2019

Kenapa perihal penolakan sepele saja sesakit ini?
Seharusnya hatiku sudah terlatih kuat
Apalagi hanya perihal tak mau
Apa aku terjatuh terlalu dalam?
Hingga rasanya ku tak bisa bangkit lagi
Tak bisa memahami alasanmu
Apalagi memahami egoku sendiri

Aku sadar ini tak sepantasnya
Aku tau ini tak seharusnya
Namun,
Apalah daya hati tetap terasa sesak
Bahkan lebih sesak dari mengetahui perihal masa lalu kelam mu
Apa yang harus ku lakukan untuk menyembuhkan lukaku, disaat luka yang kemarin belum kunjung reda

Salahkah aku berharap kamu melihatku?
Atau hanya sekedar melirikku dari kejauhan
Agar kamu tahu luka ini karnamu
Agar kamu memahami inginku

Sebegitu jahatnya kamu hingga tak sedkkitpun mau melihatk
Atau hanya ekspektasiku yang terlalu tinggi menginginkanmu selalu ada

Sampai kapan luka ini akan bersemayam di hati
Sampai kapan aku harus merasa sesakit ini
Sampai kapan aku harus merasa sesesak ini
Untuk beranjak pergi pun aku tak mampu
Dan bertahan seolah membuka luka baru

Minggu, 28 Juli 2019

Kenapa sesakit ini, hanya perihal tak dihargai? Harusnya sudah terbiasa. Bukankah tiap harinya selalu begini?
Mungkin diri ini tiba pada titik terlemah untuk sekedar memaklumi. Hati ini tak sanggup lagi menagnggap biasa meskipun kali ini paling biasa. Maaf, aku tak bisa selalu berada dalam situasi yang mengahruskan ku selalu berdamai dg diri sendiri.

Kamis, 18 April 2019

Mungkin inilah saatnya
saatnya pergi dan tak kembali
saatnya melangkah tanpa berhenti
saatnya menatap tanpa menengok
saatnya bodo amat tanpa peduli
saatnya menghilang tanpa menyakiti
Memang takdirku harus menjalani hari tanpa bayangmu lagi
Jika memang aku bukan yg kamu mau
Baiklah...
Aku akan pergi
Jaga dirimu baik-baik seperti sediakala
Biarkan aku memulihkan serpihan luka yang tak pernah kau tau..

Logikaku selalu menyuruhku untuk pergi melangkah, jauh melangkah bahkan berlari untuk sekedar melupakan. Sayangnya, hati selalu meronta ingin tetap tinggal tak mau beranjak. Mengapa logika dan hatiku tak pernah berada dalam frekuensi yang sama?  Mengapa logika dan hati semakin berperang dalam diam?  Aku tak mengerti apa mau hati, aku pun tak bisa memahami logika. Yang aku perlukan sebenarnya hanya rasa nyaman yang tak bisa ku lepas tapi juga tak bisa ku genggam. Harus seperti apa menyikapinya?  Entah,, hanya bisa terpaku pada waktu yang terua berjalan tanpa bisa ku ulang. Sedikit kenangan membuatku tak pernah bisa lupa akan rasa nyaman.

Hai hati,
Gimana keadaanmu?
Masih sama atau sudah berubah?
Sepertinya lukamu semakin dalam
Sudahlah, lekas berpindah
Berdiam disitu hanya membuatmu semakin susah

Kamis, 04 April 2019

Dulu, aku kira mereka beruntung memiliki love story. Entah itu sedih, senang, degdegan, atau amarah. Dulu, sempat aku iri kenapa aku tak memiliki cerita seperti mereka. Bisa merasa kan sedih, senang, kesal, marah atau perasaan yg lainnya karna cinta. Ternyata aku salah,, cerita cinta tak semenyenangkan itu. Sekarang aku tau memang rasanya tak mudah dienyahkan. Ceritaku tak seindah mereka. Aku rindu masa dimana aku tak mengenal rasa itu. Bebas melakukan apapun yg aku mau tanpa terbelenggu rasa yang memang ku buat sendiri. Aku tau, dia tak pernah salah. Mungkin rasaku yang salah, aku tak menyangka mencintainya terasa semenyakitkan ini. Merindukannya terasa sesesak ini. Ya Allah, bantu aku untuk kembali bangkit menata apa yang belum sempat ku mulai. Beri aku kekuatan untuk melupakan apa yang semestinya ku lupakan. Bantu aku mengikhlaskan apa yang seharusnya ku ikhlaskan. Mudahkan aku meninggalkan apa yang memang bukan untukku. Aku sadar aku tak akan pernah ada dalam benaknya. Bahkan terbesitpun tak mungkin. Dia terlalu sempurna untuk ku.

Andai bisa ku ulang waktu
Aku ingin kembali dimasa itu
Masa dimana bertemu kamu biasa saja
Tanpa kabarmu aku tak apa
dan...
Malam tanpamu tak semenyakitkan ini

Seharusnya kamu tak menitipkan kata
Yah,, kata yang bisa ku artikan berbeda
Seharusnya kamu tetap disana
Melihatku tanpa berkata

Aku lemah memang,
Merindukanmu terasa semenyedihkan ini...
Tolong, bantu aku membencimu
atau bantu aku sekedar kembali ke masa itu

Selasa, 26 Maret 2019

Jika aku bukan aku
Mungkin rasa itu tidak pergi secepat itu
Jika aku bukan aku
Mungkin rasa ini kan terungkap
Jika aku bukan aku
Mungkin lidah ini tak keluh dihadapanmu
Jika aku bukan aku
Mungkin kita telah bersama
Jika aku bukan aku
Mungkin ego itu tiada
Maaf, aku menjadi aku yang tak kau mau
Maaf, aku menjadi aku yang bukan inginmu
Maaf, aku menjadi aku yang buatmu ragu
Maaf, sampai saat ini ku tak kuasa mengatakan apa yang aku rasakan
Jika kau lelah, silahkan melangkah
Satu yang perlu kau tau, aku lebih lelah menahan rasa yang tak mungkin bisa ku ungkap...
Bantu aku,, aku mohon..

Senin, 04 Februari 2019

Ketika rasa biasa jadi tak biasa
Kalimat sederhana terasa luar biasa
Ketika hati telah merasa beda
Akankah ia mau memadu rasa?
Atau, hanya anganku yang terlalu fana
Memikirkannya yang tak mau bersama
Karna sudah lama terbiasa hingga aku tak mampu membedakan rasa suka dan cinta
Lelah memang,, menjalani rasa tanpa hadirnya
Namun, apa daya,, aku tak kuasa melepaskannya
Entah sampai kapan aku bisa menyimpan rasaku untuknya
Yang jelas hingga waktunya sang pemilik hati memberiku isyarat untuk berbalik
Aku akan tetap disini, berharap engkau tau apa yang sebenarnya terjadi
Tetaplah menjadi dirimu saat ini,, tak lerlu pedulikanku jika kau tak inginkan ku