Minggu, 29 Desember 2019
Tentang Rasa
Senin, 26 Agustus 2019
Baru saja hanya sekedar memutuskan untuk menyerah kenapa hati sesakit ini? Belum juga beranjak pergi udah lemah tak berdaya.
Apa ngga bisa lebih kuat lagi?
Aap ngga bisa lebih tegar lagi?
Serapuh inikah aku?
Meski yakin ke depan akan baik baik saja, namun mengapa air mata terus mengalir?
Sampai aku tak punya daya untuk mengusapnya.
Lelah karnamu sudah terbiasa buatku
Kali ini aku memutuskan berhenti
Agar lelah itu tak kembali
Tapi selalu ada beribu tapi yang mengharuskan ku tetap tinggal
Tolong, beri aku satu alasan untuk pergi tanpa harus ada hasrat untuk kembali😣
Jumat, 23 Agustus 2019
Kenapa perihal penolakan sepele saja sesakit ini?
Seharusnya hatiku sudah terlatih kuat
Apalagi hanya perihal tak mau
Apa aku terjatuh terlalu dalam?
Hingga rasanya ku tak bisa bangkit lagi
Tak bisa memahami alasanmu
Apalagi memahami egoku sendiri
Aku sadar ini tak sepantasnya
Aku tau ini tak seharusnya
Namun,
Apalah daya hati tetap terasa sesak
Bahkan lebih sesak dari mengetahui perihal masa lalu kelam mu
Apa yang harus ku lakukan untuk menyembuhkan lukaku, disaat luka yang kemarin belum kunjung reda
Salahkah aku berharap kamu melihatku?
Atau hanya sekedar melirikku dari kejauhan
Agar kamu tahu luka ini karnamu
Agar kamu memahami inginku
Sebegitu jahatnya kamu hingga tak sedkkitpun mau melihatk
Atau hanya ekspektasiku yang terlalu tinggi menginginkanmu selalu ada
Sampai kapan luka ini akan bersemayam di hati
Sampai kapan aku harus merasa sesakit ini
Sampai kapan aku harus merasa sesesak ini
Untuk beranjak pergi pun aku tak mampu
Dan bertahan seolah membuka luka baru
Minggu, 28 Juli 2019
Kenapa sesakit ini, hanya perihal tak dihargai? Harusnya sudah terbiasa. Bukankah tiap harinya selalu begini?
Mungkin diri ini tiba pada titik terlemah untuk sekedar memaklumi. Hati ini tak sanggup lagi menagnggap biasa meskipun kali ini paling biasa. Maaf, aku tak bisa selalu berada dalam situasi yang mengahruskan ku selalu berdamai dg diri sendiri.
Kamis, 18 April 2019
Mungkin inilah saatnya
saatnya pergi dan tak kembali
saatnya melangkah tanpa berhenti
saatnya menatap tanpa menengok
saatnya bodo amat tanpa peduli
saatnya menghilang tanpa menyakiti
Memang takdirku harus menjalani hari tanpa bayangmu lagi
Jika memang aku bukan yg kamu mau
Baiklah...
Aku akan pergi
Jaga dirimu baik-baik seperti sediakala
Biarkan aku memulihkan serpihan luka yang tak pernah kau tau..
Logikaku selalu menyuruhku untuk pergi melangkah, jauh melangkah bahkan berlari untuk sekedar melupakan. Sayangnya, hati selalu meronta ingin tetap tinggal tak mau beranjak. Mengapa logika dan hatiku tak pernah berada dalam frekuensi yang sama? Mengapa logika dan hati semakin berperang dalam diam? Aku tak mengerti apa mau hati, aku pun tak bisa memahami logika. Yang aku perlukan sebenarnya hanya rasa nyaman yang tak bisa ku lepas tapi juga tak bisa ku genggam. Harus seperti apa menyikapinya? Entah,, hanya bisa terpaku pada waktu yang terua berjalan tanpa bisa ku ulang. Sedikit kenangan membuatku tak pernah bisa lupa akan rasa nyaman.
Kamis, 04 April 2019
Dulu, aku kira mereka beruntung memiliki love story. Entah itu sedih, senang, degdegan, atau amarah. Dulu, sempat aku iri kenapa aku tak memiliki cerita seperti mereka. Bisa merasa kan sedih, senang, kesal, marah atau perasaan yg lainnya karna cinta. Ternyata aku salah,, cerita cinta tak semenyenangkan itu. Sekarang aku tau memang rasanya tak mudah dienyahkan. Ceritaku tak seindah mereka. Aku rindu masa dimana aku tak mengenal rasa itu. Bebas melakukan apapun yg aku mau tanpa terbelenggu rasa yang memang ku buat sendiri. Aku tau, dia tak pernah salah. Mungkin rasaku yang salah, aku tak menyangka mencintainya terasa semenyakitkan ini. Merindukannya terasa sesesak ini. Ya Allah, bantu aku untuk kembali bangkit menata apa yang belum sempat ku mulai. Beri aku kekuatan untuk melupakan apa yang semestinya ku lupakan. Bantu aku mengikhlaskan apa yang seharusnya ku ikhlaskan. Mudahkan aku meninggalkan apa yang memang bukan untukku. Aku sadar aku tak akan pernah ada dalam benaknya. Bahkan terbesitpun tak mungkin. Dia terlalu sempurna untuk ku.
Andai bisa ku ulang waktu
Aku ingin kembali dimasa itu
Masa dimana bertemu kamu biasa saja
Tanpa kabarmu aku tak apa
dan...
Malam tanpamu tak semenyakitkan ini
Seharusnya kamu tak menitipkan kata
Yah,, kata yang bisa ku artikan berbeda
Seharusnya kamu tetap disana
Melihatku tanpa berkata
Aku lemah memang,
Merindukanmu terasa semenyedihkan ini...
Tolong, bantu aku membencimu
atau bantu aku sekedar kembali ke masa itu
Selasa, 26 Maret 2019
Jika aku bukan aku
Mungkin rasa itu tidak pergi secepat itu
Jika aku bukan aku
Mungkin rasa ini kan terungkap
Jika aku bukan aku
Mungkin lidah ini tak keluh dihadapanmu
Jika aku bukan aku
Mungkin kita telah bersama
Jika aku bukan aku
Mungkin ego itu tiada
Maaf, aku menjadi aku yang tak kau mau
Maaf, aku menjadi aku yang bukan inginmu
Maaf, aku menjadi aku yang buatmu ragu
Maaf, sampai saat ini ku tak kuasa mengatakan apa yang aku rasakan
Jika kau lelah, silahkan melangkah
Satu yang perlu kau tau, aku lebih lelah menahan rasa yang tak mungkin bisa ku ungkap...
Bantu aku,, aku mohon..
Senin, 04 Februari 2019
Ketika rasa biasa jadi tak biasa
Kalimat sederhana terasa luar biasa
Ketika hati telah merasa beda
Akankah ia mau memadu rasa?
Atau, hanya anganku yang terlalu fana
Memikirkannya yang tak mau bersama
Karna sudah lama terbiasa hingga aku tak mampu membedakan rasa suka dan cinta
Lelah memang,, menjalani rasa tanpa hadirnya
Namun, apa daya,, aku tak kuasa melepaskannya
Entah sampai kapan aku bisa menyimpan rasaku untuknya
Yang jelas hingga waktunya sang pemilik hati memberiku isyarat untuk berbalik
Aku akan tetap disini, berharap engkau tau apa yang sebenarnya terjadi
Tetaplah menjadi dirimu saat ini,, tak lerlu pedulikanku jika kau tak inginkan ku