Kamis, 18 April 2019

Logikaku selalu menyuruhku untuk pergi melangkah, jauh melangkah bahkan berlari untuk sekedar melupakan. Sayangnya, hati selalu meronta ingin tetap tinggal tak mau beranjak. Mengapa logika dan hatiku tak pernah berada dalam frekuensi yang sama?  Mengapa logika dan hati semakin berperang dalam diam?  Aku tak mengerti apa mau hati, aku pun tak bisa memahami logika. Yang aku perlukan sebenarnya hanya rasa nyaman yang tak bisa ku lepas tapi juga tak bisa ku genggam. Harus seperti apa menyikapinya?  Entah,, hanya bisa terpaku pada waktu yang terua berjalan tanpa bisa ku ulang. Sedikit kenangan membuatku tak pernah bisa lupa akan rasa nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar