Sabtu, 18 Juli 2020

Kecewa

Rabu, 15 Juli 2020

Malam itu adalah malam dimana aku memutuskan untuk benar-benar pergi dari kehidupan seseoramg yang teramat sangat aku cintai dengan baik. Aku membulatkan tekad untuk tidak lagi memasuki kehidupannya. Bukan karna aku sudah tidak lagi mencintainya, tapi karna aku tidak sanggup menahan rasa cemburu ketika dia mulai membicarakan wanita yang ia cintai.

Sebelumnya aku pikir aku kuat, aku pikir aku sanggup menahan rasa cemburu sembari menghilangkan perasaan sayangku ke dia dan tetap berada disisinya sebagai seorang sahabat. Tapi malam itu, Rabu, 15 Juli 2020 aku sadar ternyata aku tidam sekuat yang aku kira. Aku tidak setegar yang aku bayangkan. Oleh karena itu aku memutuskan pergi dari hidupnya untuk sementara waktu agar aku mampu membunuh perasaan yang tak bertuan ini.

Malam itu, telah aku siapkan sebuah bingkisan permintaan maaf sederhana untuknya. Aku minta maaf karna tidak bisa menepati omonganku untuk tetap berada disampingnya. Malam itu juga aku berharap kesan baik ketika aku benar-benar pergi. Aku mau dia mengingatku sebagai seseorang yang pernah mencintainya dengan tulus dan merelakannya bahagia dengan pilihannya.

Tapi, yang ku dapatkan hanyalah kekecewaan. Permintaan maafku tak diterima dengan baik malam itu. Semua usahaku untuk membuat bingkisan itu pun sama sekali tidak dihargai dan aku direndahkan serendah rendahnya. Hanya karna kesalahan yang tak kusengaja telah membuat dia dan seseorang yang dia cintai bertengkar. Yah, begitulah takdir yang belum berpihak pada ku. Aku kecewa bukan krn dia marah padaku, tapi aku kecewa karna dia sama sekali tidak menghargai usahaku dan malah memfitnahku berniat jelek pada hubungan dia dan kekasihnya. Aku sama sekali tidak tau apa yang ada didalam pikirannya, aku tidak tau dia menganggap aku ini apa. Bahkan untuk memganggap sebagai seorang teman pun dia tidak sudi. 

Malam itu juga aku tersadarkan bahwa dia memang benar-benar tidak mengenalku dengan baik. Yah, seseorang yang aku cintai dan aku anggap sahabat ternyata sama sekali tidak mengenal ku. Dia tega menuduh ku melakukan hal yang bahkan tidak pernah terlintas di benakku. Entah bagaimana aku harus menjelaskan semuanya. Aku tau dia, aku paham jika apapun yang aku katakan tidak akan pernah dia dengar. Pembelaan yang paling benar pun pasti dianggap salah olehnya. Aku tidak tau, kenapa dia kecewa atas hal yang sama sekali tidak ku lakukan. Dan aku? Hanya bisa menangis menerima hal yang tidak ku lakukan. Disini aku yang seharusnya kecewa. Yah, aku kecewa, sangat kecewa. Dia menganggap ku tidak lebih dari "tai anjing". Sakit, sakit banget mendengar dia menghujat ku sehina itu. Setelah sebelumnya aku selalu menganggap dia raja dan selalu memberikan yang terbaik even sebagai seorang teman.

Aku tidak pernah sedikit pun berniat menyakitinya, tetapi kenapa dia tega merendahkanku dan tidak menghargai apa yang aku berikan. Mungkin benar, aku selalu menyakiti diri sendiri setiap kali memberikan sesuatu kepadanya. Kata maaf dan terimakasih pun tak ku dengar dari mulutnya. Aku kecewa, sangat kecewa!!

Hanya karna dia ingin mempertahankan satu orang yang dia tega melakukan hal itu padaku setelah segala hal yang aku usahakan. Iya, sia sia dan percuma. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan hujatannya ini. Sampai kapanpun. Hujatan ini akan ku jadikan senjata ku untuk terus berjalan menjauhimu. Jika kamu memang ingin aku membencimu, selamat! Kamu berhasil.

Ketahuilah, kelak kamu akan kehilangan semua orang yang care sama kamu, yang sayang sama kamu, hanya untuk memeprtahankan satu orang yang kamu pedulikan. Dan ketika itu terjadi, mungkin aku sudah jauh lebih bahagia😊

Terimakasih kamu telah mau menjadi bagian dari kisah yang semakin mendewasakan ku.
Semoga kamu segera tersadarkan dan ingat, aku selalu tersenyum melihatmu dari kejauhan. Sekali lagi terimakasih. GAPB💔

Tidak ada komentar:

Posting Komentar