Sabtu, 07 Maret 2020

Dear kamu yang sangat aku cinta

Malam ini, aku masih bisa memandangmu seperti dulu. Aneh ya rasanya, canggung dan tak terdefinisikan lagi. Entahlah, aku berusaha biasa seperti sedia kala, tapi lagi lagi memang sudah takdirnya semua berubah. Aku tak lagi bisa bercanda lepas denganmu. Seperti ada sekat dan tembok yang begitu tinggi yang kamu bangun. Tenang saja, aku mulai memahaminya kok. Pada dasarnya kamu tidak perlu menjauh, karna aku tau bagaimana caranya mundur.
Kamu pasti syok atas apa yang ku lakukan sekarang, atau mungkin biasa aja ya hehe karna banyak perempuan yang bahkan melakukan hal lebih gila dari aku. Jangan tanyakan kenapa aku harus seperti ini, aku sendiri pun tidak tahu jawabannya. Hatiku ingin melakukannya dan aku tak tau kenapa.
Lewat ini, hatiku hanya ingin menyampaikan salam perpisahan kalik. Setelah kemarin kamu sempat marah dan hilang respect. Dengan ini, aku berusaha untuk mengembalikan persepsimu tentang aku. Yah walaupun aku tau ini sia-sia, tapi seengaknya sebagai manusia kita boleh kan berusaha?.
Aku sadar kok perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Jadi ya, mau gimana lagi kan? Hehe... Ah aku jadi gatau mau nulis apa lagi.
Aku penasaran, selama aku tak mengganggumu kemarin sempat ngga sih terlintas di pikiranmu tentang aku? Barang sedetikpun gitu... Apa kamu merasa kehilangan? Atau memikirkan bagaimana keadaanku?
Oh ya, ini ada gift buat kamu. Sebenarnya ini dulu aku simpan buat kado wisudamu, tapi karna kamu tidak mau aku datang dan aku tau kamu tidak suka dengan hal-hal seperti ini jadi aku urungkan untuk memberikannya. Kali ini akan ku berikan saja ya, aku mohon jangan menolak dan yang paling penting jangan kamu buang atau kamu berikan buat orang lain. Aku tau ini tidak seberapa, kamu pasti bisa membelinya sendiri bahkan yang lebih baik dari ini. Hanya saja, anggap ini sebagai kado permintaan maafku, kado perpisahan dan mungkin menjadi kado terakhir dari ku. Aku harap kamu suka. Dan kamu selalu ingat kalau kamu pernah menjadi cahaya yang sejenak mampir di kehidupanku. Jadikan ini teman tidurmu, atau mungkin bisa menjadi teman gundam-gundam mu itu hehe. Yah, aku tau ini bakal sedikit menggeser tempat mereka. Tapi trust me ini bagus kok buat cahaya mereka hehe..
Emmm...apa kamu sudah sempat baca blogku? Are u keeping ur promise? Kalau belum ini aku tinggalkan alamatnya nicefisya.blogspot.com. Jika suatu saat nanti kamu mau tau tentang ku mungkin kamu bisa ke sana, tapi aku mohon jangan kamu kasih tau ke dia yang nanti menjadi pendampingmu cukup kamu saja yang tau. Seperti kita yang pernah dekat tapi tak ada yang mengetahuinya.
Setelah ini, aku tidak tau bagaimana masa depan nanti, apakah aku masih bisa datang kesini lagi atau ini hari terakhirku menginjakkan kaki di rumahmu, di kamarmu. Aku tidak tau. Yang jelas jika memang ini hari terakhirku disini, bertemu denganmu, aku ingin menciptakan perpisahan yang indah. Meskipun tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan. Setidaknya biarkan aku sedikit lega.
Aku akan mengikhlaskanmu, dengan siapapun kamu akan bersanding nantinya ku doakan bahagia dalam hidupmu. Tidak ada luka tersebab oleh dia. Jaga diri baik-baik ya, jaga kesehatanmu. Aku harap kamu bisa segera check up untuk keluhan mata dan pusing mu. Aku pikir ada sesuatu yang salah disana. Maaf aku ikut csmpur hanya saja aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. 
Semoga kita masih bisa bertemu lagi ya, dan semoga dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang. Jika memang saling asing yang kamu inginkan, dan itu bisa membuatmu lega dan bahagia baiklah, aku akan berusaha sebisaku. Menjadi kita yang dulu, kita yang berjarak. Aku tak apa, akan kupulihkan sendiri perasaan yang masih tersisa ini. Semoga aku tak lagi rapuh, dan selalu ingin tahu apapun tentang mu. Aku harap candu ku atas mu juga segera terobati. Doakan aku ya dari sana.
Jika masih diizinkan bertemu, semoga rasa bencimu yang kemarin sempat ada sudah hilang tak berbekas. Dan aku juga sudah bisa mengikhlaskanmu. Kita bisa kembali menjadi sahabat tanpa ada rasa yang lain.
Terimakasih sudah mengajariku banyak hal dan menyadarkanku bahwa hatiku masih bisa mencintai setelah sekian lama tak rerisi. Dulu, aku sempat berpikir hatiku telah mati rasa dan tak lagi bisa merasakan cinta. Tapi kehadiranmu mengubah segalanya meski pada akhirnya aku harus kembali patah dan hancur lebur. Tak apa, aku yakin waktu akan memulihkan semua yang patah dan mengobati setiap luka.
Terimakasih ndung, secara tak sadar sudah sempat memberiku kebahagiaan.

Love u

Tidak ada komentar:

Posting Komentar