Saat matahari menunjukkan sinarnya, aku masih bisa bertahan meski dalam keresahan. Namun, saat sang malam hendak mengetuk pintu, aku tak kuasa menyembunyikan kepiluan. Haruskah aku kembali menereskan air mata? Atau haruskah aku memasang topeng ketegaranku lagi? Aku tak tau harus memilih yang mana saat ini. Karna bukan kah sama saja ya, air mata atau topeng tak seorangpun peduli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar