Sabtu, 25 Januari 2020

Pada akhirnya aku dipaksa untuk mengerti
Dipaksa untuk memahami
Dan dipaksa untuk mengikhlaskan
Kamu yang tak lagi sama atau memang dari dulu tak pernah beda?
Mungkin benar ilusiku yang telah mempermainkanku
Menerbangkan kan ku ke langit hingga aku merasa menjadi orang yang paling beruntung saat itu
Mengalahkan logika yang harusnya memang kupegang erat
Namun, tak lama kemudian menjatuhkan ku dalam jurang yang begitu dalam
Hingga aku tak mampu untuk bangkit

Terasa berat harus mengikhlaskan atas apa yang terjadi setelahnya
Tangisku yang jatuh berkali-kali, pedihku yang memang harus ku tanggung sendiri
Akhirnya aku harus merasakan suatu hal yang bahkan tak pernah terpikirkan olehku
Perih dan pedihku yang kini harus ku sembuhkan sendiri
Luka yang memang sudah semestinya ku obati dengan caraku sendiri
Bukan lagi melibatkan kamu, atau orang lain
Yang aku butuhkan sekarang hanyalah penerimaan diri
Bukan dengan membuka hati untuk yang lain
Melainkan aku harus mengembalikan kepingan patah agar bisa utuh kembali
Memulihkan diri dengan mencintai diri sendiri
Berdamai dengan diri sendiri meski keadaan tak lagi sesuai harapan

Semoga bahagiamu segera datang
Meski bukan bersamaku
Aku harap senyummu tak pernah pudar
Walau tak ku pungkiri namamu masih menjadi list terdepanku kepada sang pemilik hati
Egois memang, tapi maaf
Mencintaimu mengharuskanku mengikhlaskan hal yang bahkan tak pernah kumiliki (GAPB)

With love
Ilafi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar