Senin, 17 Februari 2020

Ketika Ku Kira Aku Istimewa (by Fiersa Besari)

Kukira hanya untukku dirimu
Ternyata kau terbagi ke segala penjuru Sporadis memberi angin surga kepada kawanan pemangsa
Masih kurangkah telinga ini mendengar keluh kesahmu?
Belum cukupkah waktuku untuk membalas semua aduanmu?
Jika aku yang kau rasa menenangkanmu lantas mengapa ia yang menenangkanmu? Siapa gerangan dirinya?
Dari mana datangnya?
Mengapa aku tidak melihatnya datang? Nampaknya terlalu rapi kau sembunyikan musuhku di dalam selimutmu
Siapapun yang berusaha merenggutmu akan kuanggap musuhku
Jadi selama ini, saat aku berharap mungkin saja kau dan dirinya sedang bermalam mingguan
Saat aku terbuai mungkin saja kalian sedang bergandengan tangan
Saat aku hendak membantu masalah-masalahmu sudah ada dirinya yang menjadi ksatria untukmu
Bravo! luar biasa
Dan kalah sebelum berperang adalah perasaan yang sangat menyebalkan hari ini
Mau tak mau harus kupakai lagi topeng senyumku
Kusimpan lagi perasaanku rapat-rapat 
Selamat kataku padahal bara membakar hati sembari hangus
Aku terus menerus mengutuk diri sendiri
Wahai kau yang berjubah api puaskah kau menjadikanku arang?
Sebenar-benarnya cemburu yang menyakitkan adalah cemburu pada seseorang yang tidak peduli akan perasaan kita
Namun, ini bukan salahmu, sungguh..
Memang aku saja yang tidak pernah cukup berani untuk menjabarkan apa yang sepatutnya kau ketahui
Selamat ulangku,
Dengan penuh kemunafikan padahal diam-diam kudoakan ia mati saja
Kau tersenyum matamu berbinar entah lugu atau pura-pura tak mengerti mengenai apa yang kupendam
Dan aku yang bodoh ini terkunci rapat-rapat di dalam labirinmu
Tak tahu jalan keluar
Secara terselubung kususupi hari-harimu dengan pengharapan secercah harapan mampu hadir,
Bahkan di ruangan tergelap 
Tenang saja kau takkan kehilangan segala perhatianku
Aku hanya menyembunyikannya lebih rapi lagi 
Ya, aku mengalah mengalah karena aku percaya kalau kau memang untukku sejauh apapun kakimu membawa lari jalan yang kau tempuh hanya akan membawamu kembali padaku


Terimakasih bang Fiersa telah mewakili perasaanku :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar