Selasa, 04 Februari 2020

Selasa, 4 Februari 2020

Hai, selamat malam...
Ada yang mau aku sampaikan padamu, tapi kalau lewat chat sepertinya aku belum siap dengan jawabanmu yang sudah ku pastikan mencabik-cabik hatiku. Jadi, akhirnya aku hanya bisa menulis di blog ini. Dengan harapan suatu saat nanti kamu bisa baca. Meski saat itu, mungkin aku sudah tidak dalam keadaan yang sama lagi. Dan semoga sudah lebih baik dari saat ini.

Hari ini, ada cerita apa di detikmu? Sibuk apa tadi? Seperti biasa, apa ada hal yang bisa kamu ceritakan padaku? Mungkin ada orang yang sudah bikin kamu sedih, marah, atau mungkin sudahkah ada orang yang membuatmu tersenyum hari ini? Ah, sepertinya tanyaku yang pastinya tanpa jawab ini hanya memenuhi lembar tulisan kali ini. Maaf ya kamu masih menjadi topik favoritku.

Malam ini, aku mau cerita ndung. Pencapaianku hari ini telah pada dititik pasrah dalam mengharapkanmu. Aku sudah tak lagi meneteskan air mata untuk mengingatmu. Entah karena aku sudah mulai ikhlas atau memang karena air mata ku sudah habis untukmu. Yang jelas sesak itu masih ada. Ruangan hatiku yang tadinya tersusun rapih, penuh dengan kenangan kita yang hanya sebentar, kini terpaksa harus ku obrak abrik susunannya agar rasa dan kenangan itu bisa kulepas. Perlahan mulai ada ruang untuk ku sekedar menghela napas. 

Bukannya aku menyerah untuk memperjuangkanmu. Aku hanya perlu istirahat sejenak sembari berfikir, pantaskah aku tetap memperjuangkanmu? Yang bahkan pengorbanan ku tak sedikit pun kamu anggap. Aku hanya manusia biasa yang memiliki batas, seperti batas cintaku padamu yaitu cintaku pada pemilikmu. Tapi, aku rasa ini yang kamu mau. Ini yang kamu inginkan. Kamu yang selalu ingin aku untuk pergi, membuang rasa cintaku yang memang tak kau harapkan. Aku mulai lelah berharap untuk bisa bersamamu. Kemustahilan yang selalu aku semogakan disetiap doa ku. Dan kini aku tak lagi ingin berharap padamu, aku hanya berharap pada sang penciptamu. Jika bagi mu mustahil, aku yakin bagi Allah sangat mudah membalikkan hatimu jika memang kau tercipta untukku. Aku pasrah pada takdirNya. Aku tau Allah pasti telah menyiapkan yang terbaik buat kita. Entah kita nantinya akan bersama atau tetap berpisah.

Mendengar kabarmu telah menemukan tambatan hati, sedikit menggetarkan hatiku. Memaksa rasa cemburuku kembali muncul. Hingga aku melakukan kesalahan bodoh yang mungkin membuatmu tak nyaman. Maaf untuk hal itu. Aku masih berusaha untuk menata kepingan - kepingan hati yang kali ini memang belum kembali sempurna. Banyak tanya yang ingin ku tau jawabannya. Tentang tanya siapa dia? mengapa dia? Kenapa dia? Apa lebihnya? Dan pertanyaan bodoh lainnya yang aku tau itu pasti melukaiku (lagi). Hingga aku tersadar, tak semua tanya harus ada jawabnya sekarang kan? Satu hal yang mengganggu benakku dari itu semua, kenapa kamu menemukannya sekarang? Kenapa disaat aku sedang tertatih menyembuhkan luka ini kamu seolah bahagia? Setega itu kamu? Sejahat itukah kamu sebenarnya? Namun, pembelaan hatiku bilang, itu caramu membantuku melupakanmu. Kamu tak benar-benar suka sama dia yang kamu anggap menarik sekarang. Pembelaan ini semakin menyakitiku. Kenapa aku tak pernah bisa membencimu? Sedalam ini kah rasa ini untukmu, hingga logikaku selalu menepi menghadapimu.

Saat ini, aku mencoba untuk merelakanmu. Melepasmu bersama dia yang kamu mau. Tangisku tak lagi ada malam ini. Mungkin dia lebih bisa membuatmu bahagia daripada aku saat ini.

Tapi maaf, aku masih mencintaimu dan aku tak tau sampai kapan rasa ini bertahan. Namamu masih menjadi list dalam setiap doaku. Aku mohon, jangan menyuruhku menghapus namamu dalam doa ku. Karena itu satu-satunya hal yang bisa ku lakukan untuk tetap bisa mencintaimu. Maaf, karna aku akan tetap mencintaimu dalam do'a. Ungkapan rasa yang tak mungkin lagi ku ucapkan dihadapanmu. Aku takut kamu semakin menjauh dan tak nyaman dengan ini. Satu pintaku, jika kamu lelah berpetualang atau dia menyakitimu lihatlah aku yang masih ditempat yang sama. Memandangmu dari kejauhan dan siap memelukmu jika kamu mengizinkan. Saat ini, aku pamit. Menata diri, menata hati, dan memantaskan diri untuk seseorang entah itu kamu atau berwujud bukan kamu. 

Selamat malam, semoga esok hatimu telah berbalik..

I will always love u♥️ (GAPB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar