Senin, 10 Februari 2020

Malam ini, aku memberanikan diri untuk mengingatmu. Meski belum juga genap seminggu aku pura-pura lupa. Oh, lebih tepatnya memaksa untuk tak mau mengingatmu. Seperti katamu, aku harus bisa tak lagi mengingatmu. Memang, pura-pura lupa terkadang cukup menenangkan ya ternyata. Aku yang tak lagi berharap untuk tau aktifitasmu. Dan aku yang mencoba tak mau tau akan kisahmu lagi. Yah, aku harus sadar bahwa aku tak berhak untuk tau kabarmu lagi. Bahkan, sekedar tau apakah kamu baik-baik saja aku tak cukup berani bertanya.

Menyedihkan yah, kita yg semula tak berjarak menjadi asing sebab ulahku yang tak ku pikir panjang terlebih dahulu. Maaf ya, kalau aku kemarin sempat jadi pribadi yang menyebalkan dan bahkan membuatmu ilfil mengenalku. Aku harap suatu saat nanti kamu masih mau menjadi kamu yang sebelum ini. Aku tak ingin mengingat kembali rasa yang belum juga pergi ini, tapi aku hanya rindu kita yang dulu. 

Ingin rasanya aku bertanya, apakah ada inginmu untuk sekedar tau aku masih hidup atau sudah tiada? Ingin tau apakah aku sudah baik atau makin terpuruk? Ah, maaf aku kembali berharap hal yang mustahil terjadi. Jika malam tiba, aku kembali dengan ketakutanku akan esok hari. Berharap mempercepat hari untuk melompat ke masa dimana aku mengingatmu tak lagi luka dan mendengar namamu aku biasa saja. Mungkin hari itu esok, lusa, minggu depan, atau bulan depan. Entahlah... Rasa-rasanya aku tak sabar menunggu hari itu tiba. Kamu tenang saja ya, jangan bertingkah aneh lagi, jangan gunakan mereka untuk membuatku menjauh apalagi membencimu. Andai kamu tau, ada atau tiada mereka yang kamu cintai, aku tak bisa menjamin segera melupa. Jadi stop doing stupid thing. Im on my way being the old me. And all i need just time for healing. Please dont make me die by saying u falling in love with her.

Selamat malam, semoga besok harimu menyenangkan ya tanpaku lagi♥️(GAPB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar